BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..

KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini

Kamis, 02 Februari 2012

Muhammad Ali Kangen Latihan Tinju

foto

Muhammad Ali dan Angelo Dundee (kiri). AP/Michael Probst/seattlepi.com

Louisville - Muhammad Ali telah memutuskan pensiun sejak 30 tahun lalu. Peraih juara tiga kali tinju dunia kelas berat itu mengalami gangguan saraf akibat penyakit Parkison karena terlalu lama berkarier sebagai petinju--27 tahun. Muhammad Ali yang belum lama ini merayakan ulang tahunnya ke-70 mengaku rindu berlatih tinju.

"Dia pernah bilang, 'Angie (panggilan untuk Dundee) aku ingin datang dan berlatih. Itu hal yang paling aku rindukan, berada di sasana dan berlatih sampai berkeringat'," kata Angelo Dundee, mantan pelatih Muhammad Ali, kepada koresponden Tempo di Washington DC, Victoria Sidjabat, dua pekan lalu.

Mendengar perkataan itu Dundee menyampaikan hal yang sama. "Aku juga ingin berlatih, Nak. Tapi kita tidak bisa melakukan itu. Yang kulakukan sekarang adalah meyakinkanmu bahwa aku mencintaimu."

Dundee menjadi pelatih yang sejak awal membimbing Ali menapaki karier bertinju profesionalnya dari 1961 sampai memutuskan pensiun pada 1981. Di umur 90 tahun, pelatih yang telah mengantarkan 15 petinju profesional meraih gelar juara dunia itu masih mengingat saat pertama kali bertemu dengan Ali pada 1958. "Dia satu-satunya petinju yang datang dan mengatakan: saya ingin jadi yang terbaik," kata Dundee.

Ia mengaku terus berkomunikasi intensif dengan Muhammad Ali hampir setiap hari, meski lewat telepon. Menurut Dundee, kadang-kadang Ali yang menelepon. Kadang-kadang juga sebaliknya. "Biar cuma sebentar karena dia tidak dapat berbicara banyak, kami berbagi kabar dan semangat," kata Dundee yang telah menganggap Ali sebagai keluarganya.

Sebagai aktor yang berada di balik karier cemerlang Ali, Dundee hadir dalam perayaan ulang tahun mantan anak asuhnya yang digelar di gedung Ali Center, di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat, pertengahan bulan lalu. "Acaranya sangat hangat. Saya melihat Ali sebagai orang baik yang dikelilingi orang-orang yang mencintainya," ujarnya.

Sumber : tempo.co

Pelatih Muhammad Ali Meninggal Dunia

foto

Angelo Dundee (kiri) bersama Muhammad Ali saat perayaan 70 tahun Ali. AP/dailymail.co.uk

Tampa - Dunia tinju dunia berduka. Pelatih tinju legendaris, Angelo Dundee, meninggal dunia di kediamannya di Tampa, Florida, Amerika Serikat, hari ini. Dia mengembuskan napas terakhir dikelilingi keluarganya. "Ini sesuai dengan keinginannya," ujar putranya, Jimmy Dundee, seperti dikutip AP.

Terlahir dengan nama Angelo Mirena di Philadelphia, 30 Agustus 1921, Dundee adalah orang di balik kesuksesan Muhammad Ali. Dundee melatih Ali sejak 1961, membantu Ali menjadi tiga kali jadi juara dunia kelas berat, sampai pensiun pada 1981. Dia memanggil Ali dengan sebutan "Nak" dan Ali memanggilnya dengan nama kecil, "Angie".

Dalam wawancara dengan Tempo pertengahan bulan lalu, Dundee mengaku senang bisa hadir di perayaan ulang tahun ke-70 Ali. Dia juga bercerita tentang keakraban di antara mereka yang terjalin dengan komunikasi telepon hampir setiap hari. "Muhammad sudah sulit berbicara, jadi aku saja yang terus bercerita," ujarnya. Walau usianya sudah 90 tahun dan pendengarannya jauh menurun, semangat dan daya ingatnya sangat tajam.

Tak cuma melatih Ali, Dundee juga mengukir sejarah tinju dengan melahirkan petinju-petinju kelas dunia. Dia berhasil mengantar 15 petinju lain menjadi juara dunia, termasuk sederet nama legendaris seperti Sugar Ray Leonard dan George Foreman. "Dia telah melakukan semua hal yang ingin dia inginkan," kata Jimmy Dundee.

Sumber : tempo.co

Al-Quran Terbesar di Dunia Ada di Palembang

foto

Al-Qur'an raksasa dipahat dalam 315 lembar kayu terembesi. TEMPO/Parliza Hendrawan

Palembang - Sejumlah ulama dan seniman kaligrafi di Sumatera Selatan berhasil menorehkan sejarah baru dalam dunia kaligrafi. Dalam waktu delapan tahun, mereka berhasil memahat 30 juz ayat suci Al-Quran dalam 315 lembar kayu trembesi. Tidak kurang dari Rp 2 miliar dihabiskan untuk mewujudkan cita-cita yang fenomenal itu.

Sofwatillah Mohzaib, salah seorang penggagas Al-Quran terbesar itu, mengatakan, sebelum resmi dipublikasikan, pihaknya sengaja memajang seluruh ayat-ayat suci itu di dalam ruang pamer Masjid Agung Palembang selama tiga tahun.

"Proses pemahatan mulai dari 2003-2008. Dari tiga tahun silam kami pajang di Masjid Agung agar mendapat koreksi dari seluruh umat. Akhir 2011, Al-Quran ini dinilai layak untuk dipublikasikan," kata Sofwatillah Mohzaib, Minggu, 29 Januari 2012.

Menurut anggota Fraksi Demokrat DPR-RI ini, Al-Quran ini terbuat dari kayu trembesi dengan ukuran yang terbilang tidak main-main. Tebal keseluruhannya termasuk sampul mencapai 9 meter. Ukuran halamannya 177 x 140 x 2,5 sentimeter.

Setidaknya 40 meter kubik kayu trembesi dihabiskan untuk membuat Al-Quran ini. Masing-masing lembar Al-Quran panjang dua meter dan lebar 1,2 meter. Setiap tepi lembar Al-Quran raksasa itu dihiasi dengan ukiran ornamen khas Palembang.

Senin, 30 Januari 2012, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama seluruh delegasi konferensi parlemen Organisasi Konferensi Islam (OKI) akan meresmikan penggunaan Al-Quran yang disebut sebagai Al-Quran terbesar ini dicetak di atas lembaran kayu trembesi.

Fathi Abone Lardat, delegasi dari Palestina, yang dijumpai di lokasi pameran, mengatakan hingga saat ini dia berani memastikan karya ulama dan seniman di Sumatera Selatan itu sebagai yang terbesar dan unik. Di berharap, pahatan ayat-ayat suci ini dapat semakin mempersatukan umat Islam di dunia.

"Ini karya yang sangat fenomenal. Saya sudah pergi ke mana-mana, akan tetapi ini yang paling unik, besar, dan artistik," ujar Fathi.
 
Al-Quran raksasa ini saat ini tengah dipamerkan di kompleks Pondok Pesantren IGM di kawasan Gandus, Palembang. Rencananya, pemerintah dan donatur setempat akan membangun rumah khusus bagi karya seni Islam ini.

Al-Quran yang terdiri dari 630 halaman ini juga dilengkapi dengan tajwid serta doa khataman bagi pemula. Menurut Sofwatillah Mohzaib, Al-Quran Al-Akbar ini didanai sumbangan para donatur senilai Rp 900 juta, sisanya lebih dari Rp 1 miliar merupakan dana pribadi dari alim ulama di Sumatera Selatan.

Sumber : tempo.co

Komunitas Penyelam Salat Zuhur di Bawah Laut


Anggota Satuan Karya Bahari Pramuka Kwartir Cabang Situbondo sedang mengamati terumbu karang

Ternate- Sejumlah penyelam dari komunitas penyelam Kota Ternate dan anggota TNI Angkatan Laut berencana menggelar salat zuhur di bawah laut. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memeriahkan Festival Al-Munawar yang digelar Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Al-Munawar.

Menurut Muksin Saleh, ketua panitia  BKM Al Munawar, kegiatan salat zuhur di bawah laut akan dilaksanakan pada 5 Februari 2012. Lokasinya tepat di perairan di belakang Masjid Al Munawar. "Peserta yang ikut kegiatan ini mencapai puluhan orang," kata Muksin kepada wartawan, Rabu 1 Februari 2012.

Menurut dia, salat zuhur di bawah laut ini sama dengan salat zuhur biasanya. "Waktu dilaksanakan tepat pada salat zuhur seperti biasanya. Yang membedakan hanya pesertanya menggunakan kostum penyelam," kata Muksin.

Ia juga mengatakan tujuan kegiatan ini adalah menjadi sarana dakwah dan menjalin tali silaturahim. Selain kegiatan salat zuhur di bawah laut, panitia juga akan melanjutkannya dengan kegiatan penanaman terumbu karang.

Sumber : tempo.co

Ratusan Turis Asing Naik Becak di Ambon

Seorang warga memainkan alat musik tradisional Maluku, 'Tifa Totobuang' ketika menyambut kedatangan kapal pesiar MV Spirit of Adventure di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Rabu (1/2). ANTARA/Izaac Mulyawan


Ambon – Lebih dari 100 turis asal Prancis, Amerika Serikat, dan Inggris naik becak keliling Kota Ambon. Cuma puluhan turis memilih jalan kaki. Para turis asing rupanya berkunjung ke pemakaman korban perang dunia kedua.

Sekitar 120 turis asing ini tiba di Kota Ambon, Maluku, dengan kapal pesiar Spirit of Adventure, Rabu 1 Februari 2012. Mereka berkeliling Kota Ambon, mempergunakan kendaraan roda tiga, ada yang berpenumpang satu orang dan ada yang dua orang. Becaknya berwarna kuning, dengan pengawalan motor voorijder dari Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Ketua Asita Maluku Helen de Lima mengatakan para turis ini sudah lama berminat menyinggahi Kota Ambon. Berhubung kondisi Ambon waktu itu belum kondusif, para turis ini baru bisa menyinggahi Kota Ambon sekarang. "Para turis ini datang untuk membuktikan bahwa Kota Ambon sudah betul-betul aman," kata Helen de Lima.

Menurut Jane Muray, wisatawan asal Inggris, setelah melihat Kota Ambon, yang sudah aman, dia berjanji akan menyampaikan ke para pelancong mancanegara lainnya. "Ambon is beautiful," ujar Jane kepada Tempo.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Sekretariat Daerah Provinsi Maluku D.N. Kaya mengatakan kunjungan dua kapal pesiar dalam sepekan ini untuk membuktikan dan menyaksikan bahwa Ambon sudah betul-betul aman. "Selama ini mereka hanya mendengar bahwa Ambon sudah aman. Sekarang mereka mau menyaksikan sendiri informasi itu," tutur D.N. Kaya kepada Tempo.

Sumber : tempo.co

Rabu, 01 Februari 2012

Mengerikan ! Rayakan Kemenangan, 73 Orang Tewas di Laga Sepak Bola

PORT SAID — Tragedi besar menyelimuti dunia sepak bola MEsir. Sedikitnya 73 orang tewas di atas rumput sepak bola, seusai pertandingan Liga Mesir antara, Al Masry versus Al Ahly, Kamis, (2/2). 

Seperti dilansir ESPN, ribuan penonton AL Masry tiba-tiba merangsek masuk ke dalam lapangan untuk merayakan kemenangan bersejarah 3-1 atas sang rival. Bukannya merayakan suka cita, para pendukung toim asal kota Port Said ini justru menyerang polisi, pemain, dan pendukung AL Ahly. Dengan tongkat, pisau, serta batu, mereka berlari memburu pemain Al Ahly. 

Melihat hal ini, seluruh pemain AL Ahly tunggang langgang. Ada beberapa pemain asal klub Kairo ini yang menjadi korban penganiayaan. Hingga kini, belum diketahui apakah para pemain jadi salah satu korban dari 73 orang yang tewas di lapangan. Yang jelas, mayat-mayat kini bergelimpangan di tengah lapangan dengan kondisi luka di sekujur tubuh. 

Mayoritas korban adalah polisi. Korban jiwa dipastikan bertambah karena hingga saat ini masih banyak korban lain yang dirujuk ke rumah sakit. AKibat peristiwa ini seluruh partai sepak bola Mesir ditunda.

Bagaimana tanggapan FIFA ..???

Tewasnya sekitar 73 orang usai pertandingan sepak bola Liga Mesir antara tuan rumah Al Marsy versus Al Ahli mendapat perhatian federasi sepakbola dunia FIFA.

Presiden FIFA, Sepp Blatter mengaku kejadian di Port Said tidak bisa diterima sedikitpun oleh seluruh insan sepak bola di dunia. "Ini adalah hari kelam untuk sepak bola," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Menciptakan situasi seperti bencana ( di sepak bola) adalah di luar akan pikiran dan tidak seharusnya terjadi, " ujarnya seperti dikutip AL Jazeera.

Tragedi yang terjadi di Port Said ini menjadi peritiwa kerusuhan terbesar dalam rentang tiga dasawarsa terakhir. Tragedi ini bahkan melebihi peristiwa Heysel 1985 yang terjadi di final Liga Champions antara Liverpool melawan Juventus. Dalam tragedy Heysel, sebanyak 39 tewas yang lebih diakibatkan tuntuhnya pembatas stadion.

Apa Tanggapan Pemain dengan Tragedi ini ..??

Pemain andalan Al Ahly yang juga bintang timnas Mesir, Abo Treika mengatakan, peristiwa yang terjadi di laga AL Marsy versus Al Ahly bukan lagi menjadi bagian dari sepak bola, melainkan perang terbuka. 

Menurut kesaksiannya, pendukung AL Marsy dengan membabi buta, memukuli setiap ofisial dan pendukung Al Ahly yang ada di stadion. Tidak hanya itu, mereka dengan pisau tidak segan membunuh siapapun yang menggunakan identitas Al Ahly. 

"Ini bukan sepak bola. Ini adalah perang dan manusia meregang nyawa di hadapan kami," kata Treika. 

Dia pun mengkritik habis petugas keamanan dan ofisial pertandingan yang seadakn tidak berbuat apapun. "Tidak ada pergerakan, tidak ada keamanan, tidak ada ambulans," sesal Treika. 

Kepada stasiun televisi Mesir, Treika yang masih dalam kondisi shock berat itu mengaku, "Tragedi ini mungkin tidak akan pernah dilupakan sebagai sejarah terkelam dunia sepak bola,"pungkasnya


Sumber : Republika.co.id




Bali Bukan Lagi Tujuan Wisata Utama di Indonesia

LONDON---Bali kini tidak lagi menjadi satu-satunya andalan Indonesia untuk menarik wisatawan mancanegara datang. Kali ini, Bali mulai tergeser oleh pesona Raja Ampat. Bahkan, Raja Ampat, surga penyelam di wilayah Papua itu, sudah menjadi ikon promosi pariwisata di Swiss. Inilah ajang promosi pariwisata yang dilakukan KBRI-Bern bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif dan perusahaan transportasi umum di dua kota di Swiss, yaitu Bern dan Basel.

Promosi ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah wisatawan swiss yang berkunjung ke Indonesia, dan bertemakan "Postcards from a wonderland, a remarkable Indonesia" dimulai 1 Februari selama tiga bulan.

Seperti diungkap oleh Pensosbud KBRI Bern, Budiman Wiriakusumah, selama tiga bulan akan terpampang dengan indahnya ajakan untuk berlibur ke Indonesia. Para wisatawan diajak untuk mengunjungi objek wisata seperti Bunaken, Raja Ampat, Tana Toraja, Komodo, Flores, Borobudur, Lombok, Bangka Belitung, dan tentu saja Bali.

Data dari Badan Pusat Statistik pada 2010 mencatat, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia asal Swiss sebanyak 34.928 orang, dengan rata-rata pengeluaran sekitar 1.600 dolar AS dan rata-rata lama tinggal selama 15 hari. Jumlah ini termasuk angka yang signifikan mengingat jumlah penduduk Swiss yang hanya sekitar enam juta jiwa. Dengan promosi destinasi wisata Indonesia ini diharapkan masyarakat Swiss akan lebih banyak lagi memilih Indonesia sebagai tujuan wisata favoritnya.

Sumber :Republika.co.id