BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..

KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini

Kamis, 01 Maret 2012

Esemka Belum Lulus Uji Emisi, Jokowi Tetap Optimistis



Para pelajar memajukan tubuh ke depan agar dapat melihat mobil Esemka Rajawali lebih dekat, Selasa (28/2/2012). Mobil Esemka kembali ke Kota Solo setelah menjalani uji emisi untuk mendapatkan sertifikat uji tipe kendaraan bermotor. Sertifikat diperlukan untuk produksi massal.

JAKARTA, Wali Kota Solo Joko Widodo (Jokowi) mengaku tak patah arang atas pengumuman hasil uji emisi Mobil Esemka Rajawali yang dinyatakan belum lulus uji emisi. Kegagalan itu, bagi Jokowi, bukanlah akhir dari segala-galanya.

"Ndak apa-apa kalau sekarang gagal. Kita coba lagi, kita minta diuji lagi sambil kita perbaiki apa kekurangannya. Mewujudkan sesuatu untuk kebanggaan bangsa dan negara harus terus optimis ," kata Jokowi kepada Tribunnews, Kamis (01/03/2012).

Sebelumnya diberitakan, mobil Esemka belum lulus uji emisi. Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S Ervan mengatakan, uji emisi yang dilakukan beberapa waktu lalu masih belum memenuhi standar.

Standar emisi untuk mobil baru harusnya membuang karbondioksida (CO) dengan 5 gram per km dan HC+NOx standar 0,70 gram/km. Namun mobil Esemka Rajawali emisi pembuangannya masih cukup tinggi yaitu CO-nya 11,63 gram/km dan HC+NOx sebesar 2,69 gram/km.

Sedangkan pada uji tipe yang dilakukan pada 2010, lampu mobil yang tidak lolos ujian. Pemerintah menetapkan standarnya dalam satu lampu memiliki 12.000 candel (CD), namun pada Esemka lampu kanannya baru menyinarkan 10.900 CD dan sebelah kiri sebanyak 6.700 CD.

Jokowi menambahkan, kegagalan uji emisi yang pertama, dijadikan pemacu semangat untuk memperbaiki, menyempurnakan Esemka Rajawali agar mendapat restu, lolos uji emisi dan dapat dipasarkan secara masal.

"Kan yang perlu disempurnakan juga tidak banyak. Jadi, tak usahlah berkecil hati, tetap optimis. Saya akan jelaskan kepada anak-anak nanti (pembuat mobil Esemka Rajawali) mengapa uji emisi gagal secara baik. Pastinya, kegagalan ini harus menjadi pemacu semangat," ujar Jokowi.

(kompas.com)

Kering likuiditas, Langit Biru tak bagi bonus

Kering likuiditas, Langit Biru tak bagi bonus

TAngerang. Investor Koperasi Langit Biru (KLB) masih harus bersabar menikmati bonus di bulan Februari. Pengunduran jadwal pembayaran bonus itu merupakan hasil mediasi antara Jaya Komara, Ketua KLB, dengan investor KLB yang berlangsung di kantor pusat KLB, Rabu, 29 Februari 2012.

Ada beberapa keputusan dalam pertemuan tersebut. Pertama, mengenai bonus bulan Februari yang belum dibayarkan akan dilanjutkan pembayarannya di bulan April 2012. Sedang bonus Maret, hanya akan dibagikan untuk investor yang mendaftar selama 1-31 Januari 2012.

Kedua, bagi pendaftar tanggal 21-31 Desember 2011, pihak manajemen berjanji akan menyediakan loket khusus. Proses pembayaran nantinya akan disesuaikan dengan tanggal pendaftaran yang tercantum di kuitansi asli.

Ketiga, manajemen KLB telah memutuskan pembagian bonus, selanjutnya disesuaikan dengan tanggal pendaftaran, yang tertera di kuitansi. Jadi, pembayaran bonus tidak lagi berlangsung antara tanggal 1 hingga 10 setiap bulan.

Jaya berkilah, pembagian bonus untuk Februari tertunda gara-gara pemalsuan kuitansi. Akibatnya, masih menurut Jaya, bonus yang harus dibayar melebihi estimasi.

Dia menyebut, jumlah bonus yang harus dilunasi KLB ke investor per Februari 2012 adalah Rp 120 miliar, lebih besar daripada perkiraan, yang hanya Rp 90 miliar.

Jaya enggan menyebutkan berapa nilai dana yang kini dikelola KLB. Sedang, jumlah investor KLB saat ini adalah 129.000 orang.

Pengurus KLB mengakui kesulitan likuiditas di bulan ini. "Dananya kurang, saya harus cari dana lain, salah satunya dari aset tambang bijih besi," kata Jaya. Kendati rencana penjualan aset sudah digagas sejak lama, namun pelaksanaan penjualan tidak semudah membalik tangan.

Investor lega

Jaya mengakui, manajerial KLB masih sangat lemah. Akibatnya, kinerja KLB tersendat. Jaya berjanji tidak akan meninggalkan KLB dan akan menjaga sistem investasi ini.

Setelah mendengar penjelasan langsung dari Jaya mengenai kondisi terkini KLB, para pemodal koperasi itu terlihat tenang. Banyak investor KLB yang masih sangat percaya dengan sistem investasi tersebut. Ambil contoh Maman, yang menyatakan kegembiraannya. "Saya senang ustad Jaya berjanji tetap menjalankan KLB," kata dia. Maman optimistis, Jaya akan menepati janjinya.

Maman datang ke kantor pusat KLB di Cikasungka sebagai wakil dari sekitar 140 orang penyerta modal. Total dana yang ditempatkan oleh Maman dan orang yang diwakilinya mencapai Rp 120 juta. Ia mengaku, awalnya kesulitan menjelaskan kepada downline terkait bonus yang tersendat. "Setelah dapat penjelasan dari ustad Jaya saya jadi lebih yakin," kata dia.

Maman bercerita downline dia ada yang sampai menggadaikan mobil dan rumah untuk diinvestasikan di KLB. "Untungnya besar, jadi kenapa tidak," terang Maman.

Iman yang juga menyertakan modal di KLB, mengaku tetap mengawasi kinerja KLB. "Saya pegang janji yang sudah disampaikan," ucap dia. Padahal, Iman sempat pesimistis ketika rencana pembagian bonus gagal berlangsung pada Sabtu lalu (25/0).

Namun, ia melunak setelah mendengar janji-janji yang dilontarkan oleh Jaya Komara. "Ya, kami melihat saja perkembangannya. Kita beri waktu kepada KLB hingga April nanti, seperti apa," kata dia. Iman mengantongi 126 kuitansi dengan total dana sebesar Rp 130 juta.

Seorang sponsor yang tidak ingin disebutkan namanya juga sudah tidak khawatir lagi setelah mendapat penjelasan dari Jaya. Padahal sebelumnya, ia mendengar kabar kalau Jaya melarikan diri dan dana KLB diselewengkan. "Saya pegang banyak, kalau sampai terjadi sesuatu dengan KLB saya harus apa," kata pria yang tinggal di Tangerang.

Pria tersebut mengaku sangat lega setelah mendengar ceramah Jaya. Ia mengaku masih percaya ke para pengurus KLB. "Pembayaran bonus tertunda tidak apa, yang penting tetap lancar dan janji-janji dipenuhi," papar dia.

(kontan.co.id)


Koperasi Langit Biru kembali mangkir bayar bonus

Langit Biru kembali mangkir bayar bonus

TANGERANG. Muram menggelayuti wajah investor Koperasi Langit Biru (KLB). Janji manajemen akan membagikan bonus bulan Januari pada Sabtu (25/2) kembali ditunda hingga waktu yang tak jelas.

Saat KONTAN mendatangi kantor KLB di Cikasungka, ribuan investor memenuhi kompleks kantor KLB untuk mengambil bonus. Namun, hingga tengah hari, loket tempat mengambil bonus tak kunjung dibuka.

Suasana sempat memanas, saat sejumlah investor mencoba masuk ke salah satu gedung loket. Namun, emosi nasabah berhasil diredam setelah puluhan aparat kepolisian sektor Cisoka mengamankan lokasi.

Setelah beberapa saat, pihak manajemen KLB yang diwakilkan Ken Sabardiman, Assistant Research and Development Manager KLB, akhirnya memberi pengumuman. "Pembagian bonus diundur hingga pemberitahuan lebih lanjut," ujar Ken, melalui pengeras suara. Pihak manajemen enggan memberi penjelasan lebih lanjut terkait alasan penundaan.

Ia pun mengatakan tidak tahu dimana keberadaan Jaya Komara, Ketua KLB. "Kami mencoba menghubungi tapi handphone-nya tidak aktif," kata Ken. Namun pengelola KLB tetap mengumbar janji, mempertemukan investor dengan sang ketua, Rabu (29/2). Pertemuan itu akan membahas kondisi KLB ke depan.

Rohman, seorang nasabah mengatakan, tersendatnya pembagian bonus sudah terasa sejak Januari. "Tapi kemudian kembali lancar jadi saya tidak terlalu curiga," kata pria yang menyimpan Rp 12 juta.

Investor lain yang tak ingin disebutkan namanya, mengatakan, berniat menarik dananya. Namun ia mengaku takut kena potongan administrasi.

Pria pensiunan pelaut itu, menambahkan ada perjanjian antara dirinya dengan KLB mengenai biaya administrasi. "Investor paket besar dikenakan potongan 10% dan investor paket kecil 5% bila menarik dananya," ujar dia.

Selain itu, kabarnya, ada tambahan potongan biaya bonus yang didapatkan investor sebesar 50% apabila investor menarik dananya. Ia mengaku sulit memperoleh penjelasan yang detail, sebab pihak KLB cenderung tertutup.

(kontan.co.id)

Wow, 74 juta jiwa bakal terima kompensasi akibat KENAIKAN BBM SUBSIDI

Wow, 74 juta jiwa bakal terima kompensasi

JAKARTA. Pemerintah berencana mengucurkan kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam kurun waktu 9 bulan terhitung 1 April mendatang. Kompensasi kenaikan BBM ini ditujukan untuk 74 juta jiwa masyarakat.

"Jumlah penerimanya mencapai 18,5 juta rumah tangga sasaran (RTS). Dengan asumsi satu RTS ada empat jiwa sehingga total mencapai 74 juta jiwa," kata Menteri koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono di Istana, Kamis (1/3).

Agung menjelaskan, mengacu data yang ada sekitar 30 juta penduduk masuk golongan hampir miskin, dan 30 juta penduduk masuk dalam golongan miskin dan sangat miskin. "Total 60 juta. Jadi, ditambah 14 juta yang tidak terdaftar selama ini. Termasuk nelayan dan buruh. Jadi meng-cover semuanya," ujarnya.

Lanjutnya, pemerintah sudah menyiapkan empat paket kompensasi kenaikan harga BBM subsidi. Pertama, bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM). Ini berupa bantuan langsung tunai seperti model tahun 2005 dan 2008 lalu. "Kalau dulu sebesar Rp 100 ribu selama 6 bulan. Sekarang 9 bulan dengan besaran Rp 150 ribu," katanya.

Kedua, penambahan subsidi siswa miskin. Ketiga penambahan jumlah penyaluran beras untuk masyarakat miskin (raskin), dan keempat subsidi pengelola angkutan masyarakat.

Langkah ini diambil pemerintah untuk mengantisipasi dampak dari kebijakan kenaikan BBM subsidi. Pasalnya, Agung memprediksi akibat kenaikan BBM ini jumlah kemiskinan bakal meningkat 1,5%. "Dengan demikian, bukan saja kita mencegah penambahan jumlah penduduk miskin, tetapi diharapkan angka kemiskinan bisa turun lagi, di bawah 10,5 %," imbuhnya.

(kontan.co.id)

Susi Air akan buka belasan jalur penerbangan baru

Susi Air akan buka belasan jalur penerbangan baru

JAKARTA. Perusahaan penerbangan perintis, PT Asi Pudjiastuti alias Susi Air, berencana untuk menambah belasan jalur penerbangan baru di Jawa, Kalimantan dan Indonesia Timur.

Diantara jalur penerbangan yang akan dibuka itu adalah, Cilacap-Yogyakarta, Cilacap-Semarang, Jakarta-Cilacap dan beberapa rute lain yang melintasi Jayapura.

Selain itu juga akan ada rute penerbangan yang Samarinda, Kalimantan Timur dan Ketapang, Kalimantan Barat. Ekspansi Susi Air ini dilakukan setelah perusahaan menang tender rute penerbangan bersubsidi di dua lokasi satuan kerja (satker) penerbangan Samarinda dan Ketapang.

Susi Pudjiastuti, chief executive officer Susi Air mengungkapkan, penambahan rute dilakukan untuk menjangkau pelanggan yang ingin bepergian ke daerah terpencil yang selama ini masih sulit dijangkau akses penerbangan..

"Kami belum bisa sampaikan kapan mulai beroperasi jalur baru ini," Susi saat dihubungi KONTAN hari ini (30/1). Selain itu, Susi juga enggan menyebutkan pendapatan bisnisnya tahun lalu maupun target tahun depan.

Selain berbisnis, Susi mengklaim pembukaan jalur penerbangan baru itu untuk pengabdiannya kepada daerah. "Jujur saja, untuk rute penerbangan Jawa saya hanya lakukan karena dedikasi, bukan mencari untung," tegasnya.

Meskipun Susi mengaku berat menjalankan bisnis penerbangan perintis, namun di yakin industri penerbangan di Indonesia akan tumbuh.

Tambah Armada

Agar bisa membuka rute baru, Susi Air berniat menambah 15 pesawat jenis Cessna Grand Caravan tahun ini. Selain itu ia berencana untuk membeli helikopter. Soal investasi penambahan armada ini, Susi memperkirakan menelan investasi US$100 juta yang akan diperoleh dari pinjaman perbankan.

Sampai tiga tahun depan, Susi berniat membeli 33 pesawat dengan hitungan nilai investasi sebesar US$ 300 juta. Selain mengandalkan pinjaman perbankan, Susi juga membuka peluang bagi private investor untuk melakukan pembelian tersebut.

Dia pun menegaskan, lebih membeli pesawat baru dengan pinjaman perbankan atau private investor, ketimbang menyewa pesawat untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya. "Kalau kami sewa, maka hitungannya rugi. Karena dan biaya leasing, jauh lebih besar dibanding beli pesawat baru," tegas Susi.

(kontan.co.id)

Lion Air kuasai 41,59% pasar penumpang domestik


Lion Air kuasai 41,59% pasar penumpang domestik

JAKARTA. Maskapai penerbangan Lion Air tahun 2011 lalu tercatat sebagai maskapai yang paling banyak mengangkut penumpang domestik.

Hal ini disampaikan oleh Bambang S. Ervan, juru bicara Kementerian Perhubungan di Jakarta, Kamis (1/3). Bambang bilang, PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) mengangkut 24,97 juta penumpang domestik tahun 2011, sekitar 41,59% dari total penumpang domestik nasional.

Maskapai berikutnya yang menguasai pasar adalah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dengan jumlah penumpang yang diterbangkan 13,07 juta penumpang. "Garuda memiliki pangsa pasar domestik sebesar 22,82%," ujar Bambang, Kamis (1/3).

Sementara itu, PT Sriwijaya Air menempati posisi ketiga dengan jumlah penumpang 7,38 juta penumpang. Diikuti Batavia yang mampu menerbangkan 6,75 juta penumpang. "Peningkatan jumlah penumpang juga disebabkan penambahan armada yang setiap tahun dilakukan maskapai penerbangan. Selain itu juga harga tiket lebih terjangkau bagi masyarakat," terang Bambang.

Sementara itu, Tengku Burhanuddin, Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional (INACA) yakin, kinerja bisnis penerbangan tahun akan lebih baik dari tahun lalu. "Target penumpang 15% sampai 20% tahun ini cukup realistis," terangnya.

(kontan.co.id)

Obesitas Justru Menguntungkan di Usia 85 Tahun



Obesitas kini sudah menjadi permasalahan global. Berbagai riset menunjukkan adanya hubungan antara obesitas dan peningkatan risiko penyakit seperti jantung, hipertensi, diabetes dan stroke. Bahkan sebuah studi mengklaim obesitas sebagai salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia.


Meskipun obesitas dapat meningkatkan risiko kematian dini, yakni memangkas harapan hidup antara 6-7 tahun dari umur seseorang, tetapi para ilmuwan dari Tel Aviv University di Israel justru berkata sebaliknya. Mereka mengatakan, risiko kematian pada penderita obesitas  justru menjadi lebih kecil bila mereka melewati usia 85 tahun.

Peneliti beralasan bahwa kelebihan lemak justru memberikan efek perlindungan dan mengurangi risiko kematian bila dibandingkan dengan mereka yang memiliki berat badan normal. Penelitian diterbitkan dalam Journal of Aging Research.

Terkait temuan tersebut, Prof Jiska Cohen-Mansfield dan Rotem Perach dari Herczeg Institute on Aging dan Sackler Faculty of Medicine menjelaskan bahwa ketika seseorang mencapai usia yang sangat tua, beberapa faktor yang mempengaruhi mortalitas pada orang yang lebih muda mungkin tidak lagi signifikan pada orang lebih tua.

Menurut peneliti, orang yang lebih berat memiliki risiko lebih rendah terkena osteoporosis, yang dapat menurunkan insiden jatuh dan cedera. Orang dengan obesitas juga menyimpan energi lebih banyak pada tubuhnya saat sedang mengalami trauma atau stres, atau memperpanjang masa penurunan berat badan yang disebabkan oleh penurunan nafsu makan, di mana umumnya dialami oleh orang-orang yang hampir mati.

Temuan ini secara konsisten menunjukkan bahwa orang yang kekurangan berat badan di usia tua memiliki risiko kematian lebih tinggi. Tapi sampai sekarang, dampak perlindungan dari obesitas pada kematian untuk kelompok usia yang sama masih terus ditelusuri.

Dalam risetnya, peneliti mengumpulkan data dari Cross Sectional dan Longitudinal Aging Study (Calas), yang melibatkan 1.349 orang berusia 75-94 tahun. Peserta diminta menjawab pertanyaan tentang tinggi dan berat badan, usia, gender, keluarga, pendidikan, status sosial ekonomi, dan riwayat merokok. Dua dekade setelah data pertama kali dikumpulkan, para peneliti menyelesaikan analisis mortalitas pada sampel asli. Selama 20 tahun, 95 persen dari peserta diketahui meninggal, dan hanya 59 peserta yang masih bertahan hidup.

Prof Cohen-Mansfield mencatat bahwa obesitas terus menjadi prediktor kematian bagi mereka yang berusia 75-84 tahun. Tetapi melewati usia 85, peserta yang berada di kategori obesitas justru berada pada risiko kematian lebih rendah dari rekan-rekan mereka yang mengalami kekurangan berat badan mereka.

Peneliti mengatakan, selama ini kebanyakan orang gemuk (obesitas) meninggal lebih dini dikarenakan penyakit terkait obesitas. Tetapi, mereka (orang dengan obesitas) yang dapat bertahan hidup sampai usia lanjut, justru bisa menjadi lebih kuat.

Meskipun temuan ini mengejutkan, Prof Cohen-Mansfield menerangkan bahwa obesitas hanya memiliki efek perlindungan ketika seseorang berada pada risiko kematian, tetapi belum tentu kualitas hidupnya baik.

"Meskipun orang gemuk di atas usia 85 tahun memiliki risiko kematian lebih rendah, tapi mereka lebih berisiko menderita penyakit lain terkait obesitas," katanya.

"Ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan, seperti nyeri, penyakit ganda, dan mobilitas," tutupnya.


Sumber : EurekAlert