BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..

KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini

Tampilkan postingan dengan label daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daerah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Desember 2011

Raja Ampat Terpilih Menjadi Tujuan Wisata Terfavorit ITA 2011


RAJA Ampat terpilih sebagai Kota Tujuan Wisata Favorit dalam ajang penghargaan Indonesia Tourism Award (ITA) 2011. Beberapa penghargaan juga diberikan kepada penunjang pariwisata lainnya.

Selain Raja Ampat, Denpasar dan Bandung juga mendapatkan penghargaan yang sama. Sementara, kota dengan pelayanan terbaik diraih Kota Malang. Di peringkat kedua adalah Denpasar.

Tiga obyek wisata terfavorit yang terpilih, antara lain Pantai Waisai yang berada di Raja Ampat, Tanah Lot di Tabanan, Bali, dan Jatim Park di Malang.

Bali kembali terpilih dalam kategori Provinsi Terbaik dalam Pengembangan Pariwisata. Selain Bali, penghargaan yang sama diraih DKI Jakarta dan Yogyakarta. Sementara, penghargaan khusus pariwisata diberikan kepada Kota Sawahlunto dan Provinsi Bangka Belitung.

Malam penghargaan juga memunculkan nama-nama pemenang untuk kategori Industri Penunjang Pariwisata Terbaik, yakni Santika Premiere Jakarta sebagai Hotel Bintang 4 Terbaik, Hotel Mulia Senayan Jakarta sebagai Hotel Bintang 5 Terbaik, dan The Aroma's Kuta sebagai Hotel Bintang 3 Terbaik.

Restoran Bandar Jakarta memenangkan penghargaan Restoran Terbaik. Mal Terfavorit di Jakarta diraih Plaza Senayan. Sementara, Paris Van Java untuk mal di luar Jakarta.

Sektor maskapai untuk Penerbangan Layanan Penuh Terfavorit diraih Garuda Indonesia. Sedangkan, Sriwijaya Air mendapatkan Penerbangan Layanan Ekonomi Terfavorit.

Panorama Tour meraih Biro Perjalanan Wisata Terfavorit, Armada Taksi Terfavorit adalah Putra, Spa Terfavorit diraih Javana Spa dan Royale Jakarta sebagai Lapangan Golf Terfavorit.

Kategori yang disurvei dalam ajang ITA 2011 meliputi kabupaten/kota terbaik dalam layanan wisata, kota tujuan wisata favorit, dan obyek wisata favorit. Adapula penghargaan yang dipilih berdasarkan kompetisi program, yaitu pemerintah provinsi yang paling berkomitmen terhadap pengembangan pariwisata.

Terdapat juga penghargaan untuk industri penunjang pariwisata terbaik yang dibagi dalam subsektor, antara lain hotel berbintang, maskapai penerbangan, biro perjalanan wisata, taksi, restoran, golf, spa, dan mal. Khusus untuk hotel, golf, spa, biro perjalanan wisata, dan restoran berdasarkan penjurian.

ITA 2011 dihelat Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan majalah Swa. Salah satu tujuannya memberi apresiasi bagi pariwisata penunjang.

Majalah SWA bertindak sebagai penyelenggara survei di 25 kota. Kota-kota yang terpilih merupakan daftar kota dengan  pendapatan domestik regional bruto (PDRB) di bidang pariwisata terbesar.

Survei dilakukan terhadap 1.500 wisatawan yang terdiri atas 1.350 wisatawan Nusantara dan 150 wisatawan mancanegara. Juga melibatkan 100 responden dari kalangan profesional dan eksekutif. Aspek yang dinilai antara lain kebersihan, informasi wisata, kewajaran biaya, promosi, keragaman obyek, keamanan, keunikan obyek, dan keramahan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengatakan, industri pariwisata maupun pemerintah daerah memegang peranan penting dalam pelayanan kepada wisatawan.

"Wisman semakin banyak datang ke Indonesia. Wisatawan harus end to end. Dari mereka datang, jalan-jalan, sampai pulang lagi, dia harus sangat happy. Karena itu, industri penunjang pariwisata penting sekali," ungkapnya dalam jumpa pers ITA 2011 di Jakarta, Kamis (8/12/2011) malam.

Sumber : (Okezone)

SUPPORT BY




Kamis, 08 Desember 2011

Kronologi Jatuhnya Pesawat Cessna

Setelah sejumlah penyelidikan dilakukan terhadap bangkai pesawat Cesna 172, "Skyhawk," dengan registrasi PK - NIP, sekolah penerbangan PT.Nusa Flying International yang jatuh pada 16 November lalu, dan berdasarkan keterangan sejumlah saksi, dapat dipastikan pesawat tersebut jatuh karena cuaca buruk.

Cpt. Sugeng Triyono, yang merupakan kepala sekolah penerbangan Nusa Flying International kepada Tribunnews.com, Rabu (07/12/222011), mengatakan bahwa cuaca yang tiba-tiba memburuk, membuat pesawat menabrak sisi barat gunung Ciremai di Majalengka, Jawa Barat.

Ia menambahkan, bahwa dari bangkai pesawat juga tidak ditemukan adanya indikasi bahwa kerusakan telah terjadi di udara, sehingga menyebabkan kecelakaan.

Seperti yang diberitakan Tribun sebelumnya, terakhir pesawat melakukan komunikasi adalah pada pukul 09.00, dan diketahui berada sekitar 30 mil di Timur Purwakarta, Jawa Barat.

"Saksi dan data yang kami miliki menyebutkan cuaca memburuk setelah pukul 09.00 wib,"

Cuaca buruk itu juga disertai angin dari arah utara ke selatan. Menurut Sugeng, sejumlah saksi menyebutkan bahwa saat itu cuaca buruk juga menyebabkan kabut tebal, sehingga hal tersebut membuat jarak pandang menjadi sangat buruk.

Standard Operational Procedure dalam keadaan tersebut, kata Sugeng adalah segera menghindar dari cuaca buruk, dan terbang di kerendahan.

"Hal itu yang membuat jalur penerbangan pesawat melenceng dari yang seharusnya, pesawat sepertinya coba menghindar lebih ke Timur, dimana pesawat harus menuju kota Cirebon, namun justru mengarah ke Majalengka," tambahnya.

Dalam keadaan seperti itu, dan jarak pandang yang buruk, pesawat langsung menabrak sisi barat gunung Ciremai, di ketinggian sekitar 2400 mdpl. Hal tersebut membuat seluruh awak, yakni siswa penerbangan Muhamad Fikriansyah, (21), dan Agung Febrian, (30), dan seorang instruktur kapten Partogi (25), tewas seketika.

Dalam tragedi tersebut, menurut Sugeng seluruh prosedur telah dijalani, dan mesin juga bekerja dengan baik. Ia menganggap insiden tersebut bisa terjadi karena "Force Major," atau diluar kapasitas untuk dihindari.

Jenazah para korban, bersama dengan puing pesawat pada 29 November lalu, dengan kondisi ketiga awak menumpuk tak bernyawa di kokpit pesawat. Dua hari setelahnya jenazah pun sudah bisa dikembalikan ke keluarga masing-masing.

(tribunnews)

Bandara Sintang Butuh Lagi Rp 10 Miliar

Bupati Sintang Milton Crosby mengatakan, pada tahun 2012 mendatang pemkab Sintang akan kembali mengalokasikan dana sekitar Rp 10 miliar. Untuk mendukung proses pembangunan Bandara Tebelian Air Port, dana tersebut dipergunakan untuk pembebasan lahan perpanjangan landasan pacu (run way) dan juga pembebasan jalan masuk bandara.

Dijelaskan Milton Crosby, Rabu (7/12/2011) ketika meninjau proses cut and fill run way Bandara, panjang lahan yang akan dibebaskan untuk memperpanjang run way yang ada sekarang sekitar 500 meter. Sehingga total panjang run way bandara tersebut nantinya mencapai 3000 meter dan diperkirakan menjadi yang terpanjang di Kalbar.

"Perpanjangan run way menjadi tiga kilometer tersebut karena kita mempertimbangkan perkembangan dunia penerbangan hingga 50 tahun kedepan. Sementara untuk jalan masuk bandara, yang akan dibebaskan nantinya sepanjang lima kilometer jalan masuk dengan lebar 60 meter karena harus dua jalur," tandas Milton.

Dengan pengalokasian dana sekitar Rp 10 miliar tersebut nantinya dijelaskan Milton, maka diharapkan persiapan pemkab Sintang untuk pembangunan Bandara Tebelian Air Port rampung. Hanya tinggal menunggu proses pembangunan fasilitas bandara yang menjadi kewenangan sepenuhnya pemerintah pusat.

"Pada tahun-tahun kedepan kita hanya tinggal melakukan proses pembangunan jalan masuk dan beberapa fasilitas pendukung lainya seperti bangunan bandara. Kalau untuk pembangunan sarana penerbangan termasuk run way bandara sepenuhnya ada pada pemerintah pusat," ungkapnya.

Milton juga berharap pada tahun 2012 mendatang pemerintah pusat melalui APBN kembali mengalokasikan dana yang cukup besar untuk penyelesaian cut and fill. Yang masih tersisa sekitar 2,5 kilometer, berdasarkan informasi sementara pemerintah pusat akan mengalokasikan dana sekitar Rp 50 miliar untuk proses tersebut.

"Kalau tidak meleset yang dijanjikan oleh pemerintah pusat melalui wakil rakyat Kalbar, kita akan mendapatkan bantuan Rp 50 miliar tahun depan. Dengan dana tersebut maka cut and fill akan rampung tahun depan, karena untuk tahun 2011 ini dengan dana Rp 15 miliar kita sudah bisa meratakan lahan sepanjang 500 meter," katanya.                                                           

Sementara pelaksana pekerjaan cut and fill Bandara Tebelian Air Port dari PT Dian Sentosa Surabaya Sugeng, ketika dikonfirmasi terpisah membenarkan bahwa pekerjaan cut and fill tahap pertama sudah hampir rampung.  Dirinya juga membenarkan panjang pekerjaan yang menjadi tanggung jawab tahap pertama hanya sekitar 500 meter.

"Untuk cut and fill tahap pertama ini memang hanya 500 meter, dan kita pastikan pada Desember ini akan selesai semua pekerjaan yang ada. Saat ini total pekerjaan yang kita laksanakan sudah mencapai 90 persen dari target awal, hanya tinggal beberapa meter yang masih dalam proses pekerjaan," katanya.

Terkait beberapa kendala yang dialami oleh pihak pengembang dalam menjalankan kontraknya dijelaskan Sugeng. Dirinya menjelaskan saat ini cuaca sudah mulai tidak bersahabat, dengan seringnya turun hujan pada siang hari yang menyebabkan alat-alat berat yang ada tidak bisa bekerja maksimal.

"Kami mengerahkan peralatan maksimal untuk pekerjaan ini, masing-masing peralatan yang kita terjunkan tiga unit buldozer, empat unit eksavator, dua unit stunbal dan sekitar delapan unit dum truk. Makanya pekerjaan menjadi cepat, hanya saja kalau turun hujan siang hari kita tidak jarang berhenti total karena kontur tanah juga tidak memungkinkan," pungkasnya.
(Tribunnews)



SUPPORT BY


Selasa, 06 Desember 2011

Akibat Gunung Meletus, Bandara Sultan Babullah Ternate Ditutup


Bandara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara, ditutup setelah letusan Gunung Gamalama, Senin (5/12/2011) dini hari tadi. Seluruh penerbangan dari dan menuju Ternate dibatalkan.

Kepala Pos Polisi Bandara Sultan Babullah, Ajun Inspektur Dua (Aipda) Ismed Husni, mengatakan, debu vulkanik dikhawatirkan membahayakan penerbangan. Selain menghalangi jarak pandang, debu vulkanik bisa mengganggu kinerja mesin pesawat.

Empat jadwal penerbangan Express Air ke kepulauan di sekitar Maluku Utara, seperti Buli, Sanana, dan Labuha, serta Ambon, dibatalkan. Seluruh penumpang akan diberangkatkan besok pagi setelah bandara kembali beroperasi.

Tiga maskapai lain, yakni Sriwijaya Air tujuan Manado, Batavia Air tujuan Jakarta, dan Garuda Indonesia menuju Makassar, juga dibatalkan.

Begitu pula dengan empat jadwal kedatangan dari Jakarta, Halmahera Timur, dan Makassar, dibatalkan. Suasana Bandara Sultan Babullah pada Senin pagi tampak lengang.

Menurut Zulkarnain, salah satu staf Garuda Indonesia, pihaknya telah memberitahu penumpang bahwa penerbangan dibatalkan.

"Seluruh penumpang yang batal berangkat hari ini akan diprioritaskan pada penerbangan besok, apabila cuaca telah membaik," ungkap Zulkarnain.

(Kompas)

Penerbangan di Ternate Sementara Ditutup

Letusan Gunung Gamalama di Ternate, Maluku Utara, mengakibatkan penerbangan dari dan ke Bandara Sultan Baabullah ditutup sementara. Ini terkait pekatnya curahan abu vulkanik dari letusan Gunung Gamalama.

Letusan Gunung Gamalama yang terjadi pukul 00.10 WIT itu memaksa sedikitnya 2 ribu warga mengungsi. Ribuan warga panik dan segera mencari tempat-tempat yang aman, ke bagian selatan Kota Ternate. Lokasi sementara untuk dijadikan tempat pengungsian yakni di aula Kantor Wali Kota dan bekas Kantor Gubernur Maluku Utara.

Hingga saat ini nasib 9 mahasiswa Stain Ternate yang mendaki Gunung Gamalama, belum diketahui nasibnya. Sementara itu, kondisi Kota Ternate telah dipenuh abu vulkanik.


(Metrotvnews)

Sabtu, 03 Desember 2011

Khabar Gembira Bagi Warga Sumatera Utara, Bandara Kuala Namu Beroperasi 2013

Pemerintah optimis bandara Kuala Namu Medan Sumatera Utara, yang akan menjadi terbesar kedua di Indonesia bakal selesai dibangun akhir 2012 nanti. Sementara bandara lama, Polonia, akan ditutup seiring beroperasi Kuala Namu yang ditargetkan beroperasi awal tahun 2013.

Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan bandara KualaNamu yang nantinya dapat menampung delapan juta penumpang terus dikebut pembangunannya. Saat ini pembangunan Bandara Kuala Namu diperkirakan telah rampung sekitar 77 persen.

"Secara keseluruhan pembangunannya telah mencapai 77 persen, tinggal pengerjaan runway (landasan pacu) yang belum selesai. Oleh karena itu kita targetkan optimis akhir 2012 sudah selesai," ujarnya baru-baru ini.

Dia menambahkan, dengan luas 1.650 hektare nantinya Kuala Namu akan menjadi bandara internasional terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. Menurut dia, keberadaan Bandara Kuala Namu tentunya akan mendukung pertumbuhan bisnis di Sumatera Utara karena daya tampung penumpang yang lebih besar dibandingkan Bandara Polonia yang saat ini masih dioperasikan. "Ini tentunya kebanggan bagi orang Sumatera," tukasnya.

Meski begitu, dia mengaku masih ada kendala yang dihadapi untuk pengoperasian bandara tersebut yaitu jalan akses menuju bandara yang belum rampung. Akses jalan dari Pantai Labu menuju bandara sepanjang 15 kilometer juga masih belum memadai.

"Hingga saat ini kendalanya itu jalan akses menuju Bandara yang belum jadi. Itu supaya diperhatikan. Kita harapkan minimal ketika dioperasikan sudah ada jalan akses dari dan ke bandara Kuala Namu," cetusnya.

Mengenai nasib Bandara Polonia saat Kuala Namu beroperasi, Menhub mengungkapkan bahwa bandara Polonia akan ditutup begitu bandara baru itu beroperasi. Namun, kebijakan tersebut tidak akan dilakukan secara otomatis dengan selesainya pembangunan Kuala Namu.

"Penutupan Polonia hanya akan dilakukan jika pembangunan Kuala Namu telah selesai secara keseluruhan dan benar-benar layak diaktifkan," tandasnya.

Pihaknya berharap bandara Kuala Namu nantinya benar-benar sebagai infrastruktur penerbangan yang memadai. Sebab, meskipun nantinya selesai dibangun tetap perlu dilakukan uji coba penerbangan di bandara yang berlokasi di Kabupaten Deli Serdang tersebut.

Prosesnya akan diserahkan kepada pemerintah daerah setempat. "Bila bandara Kuala Namu dibuka maka Polonia akan tutup, untuk prosesnya kita serahkan kepada pemerintah daerah," ungkapnya.

Wacana perelokasian Bandara Polonia ke Kuala Namu telah direncanakan sejak tahun 1991. Bandara Polonia yang sudah berusia lebih dari 70 tahun dianggap tidak representatif lagi untuk menampung pergerakan penumpang dari dan menuju Sumatera Utara. Dengan kapasitas melayani maksimal hingga 900 ribu orang, arus penumpang di Polonia saat ini telah mencapai hingga lima juta orang per tahun.

Pembangunan Kuala Namu dibagi dalam tiga tahap, yang pelaksanaanya dimulai sejak Juni 2006. Penyelesaian Tahap I pembangunan bandara itu mulanya ditargetkan selesai pada tahun 2009 dan dapat dioperasikan pada 2010.

Namun akibat berbagai hal pembangunan bandara terbesar kedua di tanah Air itu molor, target operasinya pun diundur hingga awal 2013. "Kita berharap bandara Kuala Namu dapat berkontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia," jelasnya.
(JPPN)


SUPPORT BY







Penerbangan Ditunda Karena Puluhan Ekor Sapi Masuk Bandara Komodo,



Puluhan sapi tiba-tiba masuk landasan pacu Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (3/12). Peristiwa tersebut tentu saja mengejutkan ratusan penumpang. Akibatnya sejumlah penerbangan terpaksa juga dibatalkan.

Terdapat 10 ekor sapi yang tiba-tiba masuk runway Bandara Komodo di Labuan Bajo, NTT. Peristiwa tersebut, selain mengagetkan pihak bandara, juga menyebabkan sejumlah penerbangan sempat tertunda selama satu jam. Peristiwa langka tersebut disaksikan sejumlah pejabat dan berlangsung lima menit setelah pesawat Sky Air Lines mendarat.

Menurut Kepala Bandara Komodo Herman Joseph, kejadian ini diduga karena Bandara Komodo belum memiliki pagar pembatas, sehingga sejumlah sapi milik warga dapat masuk secara leluasa ke landasan pacu. Menurut Herman, untuk mengembangkan fasilitas bandara, pihaknya masih mengajukan dana ke pemerintah pusat. Menurutnya, pemerintah hanya menyetujui setengah dari dana anggaran tahun 2012 yang diajukan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

(Metrotvnews)

Jumat, 02 Desember 2011

Penerbangan di Juanda Terancam Kawanan Burung

Gangguan burung semakin memusingkan pengelola Bandara Internasional Juanda Surabaya. Segala cara telah dicoba untuk mengusir burung-burung di sana. Mulai dari cara menembaki, hingga mengusirnya dengan suara predator buatan. Tetapi burung-burung itu tetap mengusik.

Gangguan burung pada pesawat (bird strike) sudah menjadi keprihatinan bagi banyak bandara di dunia. Serangan burung ini bisa mengakibatkan kerusakan pesawat yang tentunya membahayakan penerbangan itu sendiri. Pendaratan darurat pesawat di Sungai Hudson, New York Januari 2011 yang fenomenal itu juga akibat serangan burung.

Serangan burung ini merupakan satu dari sekian gangguan (hazard) penerbangan di Juanda. Gangguan lain adalah frekuensi radio ilegal, runway incursion (posisi yang tidak tepat di lokasi runway), green laser, dan layang-layang.

Menurut Kepala bagian Manajemen Keselamatan Bandara Internasional Juanda, PT Angkasa Pura (AP) I, Ponco Priyono, sebagian besar gangguan burung baru diketahui ketika pesawat sudah parkir di apron. Demikian pula dengan kapan serangan terjadi, waktu lepas landas atau mendarat.

"Mungkin karena pilot sedang dalam konsentrasi tinggi sehingga kurang memperhatikan hal itu. Tanda-tandanya ada bau seperti benda terbakar atau kalau tidak pilot juga merasakan ada grek grek pada mesin," kata Ponco, Selasa (29/11/2011) kemarin.

Ponco tidak bisa menyebutkan angka pasti bird strike yang dialami pesawat yang lalu lalang di Juanda. Namun ia menegaskan, jumlah burung yang hilir mudik di sekitar bandara itu sudah demikian mengkhawatirkan. "Pagi sekitar pukul 07.00 WIB burung burung itu mulai berangkat dari sisi Selatan menuju Utara, sore sekitar pukul 17.00 WIB baru balik lagi," kata Ponco menjelaskan pola hilir mudik.

Aktivitas burung yang tinggi sangat berkaitan dengan lokasi Bandara Juanda yang berdekatan dengan bentangan pantai timur Surabaya (Pamurbaya) yang memang menjadi rumah atau persinggahan ratusan spesies burung. Termasuk di dalamnya burung migran yang selalu berpindah dalam kurun waktu tertentu.

Ia menjelaskan aktivitas harian burung yang terbang berkelompok di sekitar bandara itu tentu saja merepotkan para pilot yang hendak take off maupun landing. Sehingga, harus ada langkah-langkah yang diambil untuk mengendalikan burung-burung itu.

Ponco mengakui, banyak hewan hewan kecil di sekitar kawasan bandara ini yang memicu kedatangan burung. "Bukan hanya kecebong (anak katak), tapi ulat yang ada di rumput rumput itu juga mengundang burung karena menjadi makanan burung," ujarnya.

Untuk menjaga agar burung burung itu tidak datang mencari makanan di rumput, petugas terus-menerus menjaga ketinggian dari rumput. Misalnya dengan pemangkasan rumput. "Ketinggian rumput ini harus selalu terjaga, antara 20–30 centimeter tidak boleh terlalu tinggi atau terlalu pendek," imbuhnya.

"Bahkan kami pernah terpikir akan mencoba dengan cara memakai pawang burung untuk mengendalikan keberadaan burung tersebut, tapi apakah bisa," paparnya.

Menurutnya, kalau ada pawang burung pihaknya mau mencoba untuk mengendalikan burung burung yang lalu lalang di bandara. "Kalau ada pawang burung bisa dicoba mungkin lebih efektif untuk mengusir dan mengendalikan pergerakan burung burung itu," lanjutnya.


(Kompas)
SUPPORT BY









Kamis, 01 Desember 2011

Garuda Indonesia Dukung Pesta Danau Toba


Perusahaan penerbangan nasional, Garuda Indonesia mendukung pelaksanaan Pesta Danau Toba 2011 yang akan digelar 27-30 Desember mendatang di Prapat. Garuda Indonesia akan menyemarakkan PDT dengan menggelar even bertajuk Garuda Indonesia Fun Bike 28 Desember mendatang.

Keikutsertaan Garuda Indonesia dalam mendukung PDT 2011 dipastikan saat pertemuan Panitia PDT 2011, yang diwakili Nurlisa Ginting (Sekretaris Umum), Dewi Juita Purba (Sekretariat) dan Aswin Ginting bersama General Manager Garuda Indonesia Cabang Medan, Muchwendy dan Widya Pramono (sales) di kantor Garuda Indonesia Cabang Medan Jalan Mongosidi, Jumat (25/11) lalu.

Menurut Nurlisa Ginting, penyelenggaraan PDT yang kian dekat ini perlu terus dimatangkan dengan berbagai konsep kegiatan yang telah direncanakan.  Begitu juga dengan dukungan dari berbagai stakeholders pariwisata yang selama ini telah menjadi mitra Pemprovsu dalam menggalakkan dunia pariwisata Sumut.

"Keterlibatan Garuda Indonesia dalam Pesta Danau Toba Indonesia dengan menggelar acara Garuda Indonesia Fun Bike tentu sangat baik sekali. Apalagi kegiatan ini nantinya dapat menambahkan serangkaian acara dan juga melibatkan peserta dari komunitas sepeda di Medan dan daerah lainnya," terangnya Senin (28/11).

(Harian Sumut Pos)


SUPPORT BY