BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..

KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini

Tampilkan postingan dengan label penumpang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penumpang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Desember 2011

Januari 2012 Asuransi "Delay" Mulai Diimplementasikan.

 
JAKARTA, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih menggodok Pasal 16 dari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 yang mengatur soal mekanisme asuransi delay, khususnya syarat konsorsium asuransi.

Targetnya, peraturan ini akan siap diimplementasikan pada 1 Januari 2012 nanti. "Sekarang kami sedang menyusun persyaratan konsorsium asuransi, perusahaan mana saja yang mau masuk," ujar Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Selasa (27/12/2011) di Jakarta.

Pelaksana Harian Direktur Angkutan Udara, Djoko Murjatmodjo, menyatakan, aturan asuransi delay ini sudah disetujui oleh semua maskapai. "Semua maskapai sudah setuju, tapi yang masih didiskusikan adalah pasal 16 soal konsorsium asuransi," ujar Djoko.

Menurutnya, syarat-syarat perusahaan asuransi yang ingin ikut dalam peraturan ini, seperti aturan hukum modal minimum perusahaan asuransi, masih disusun. "Hari ini kami sedang bicarakan dengan biro hukum. Kalau tidak ada halangan, 1-2 hari lagi bisa naik untuk ditandatangani Menteri," tambah Djoko.

Nantinya, penggantian ganti rugi ini akan diawasi oleh pihak otoritas bandara. "Penggantiannya akan berupa uang tunai ataupun voucer sebesar Rp 300.000. Jika berbentuk voucer, maka harus bisa diuangkan paling lambat satu hari kerja setelahnya di kantor airline terdekat," ungkap Djoko.

Seperti diketahui, sejatinya peraturan ini bakal diimplementasikan pada November lalu, tetapi mengalami penundaan. Beleid ini salah satunya akan mengatur ganti rugi sebesar Rp 300.000 kepada penumpang akibat keterlambatan penerbangan atau delay selama empat jam. (Harry Febrian/Kontan)
 
 

Perusahaan Asuransi Lirik Bisnis Asuransi Delay Penerbangan

a
 
Terhitung mulai 1 Januari 2012, setiap maskapai penerbangan yang mengelami keterlambatan atau delay lebih dari 4 jam wajib memberikan ganti rugi Rp 300.000 untuk setiap penumpang. Kewajiban itu diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 92 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara.

Terbitnya beleid itu membawa berkah bagi perusahaan asuransi umum. Pasalnya, beleid itu mewajibkan tanggung jawab atas ganti rugi delay diasuransikan kepada satu atau gabungan beberapa perusahaan asuransi nasional.

Klaim asuransi tanggung jawab angkutan udara dapat dilakukan dengan menggunakan jasa keperantaraan perusahaan pialang asuransi.

Tak ingin menyia-nyiakan peluang, perusahaan asuransi kini mulai bergerilya mendekati beberapa perusahaan penerbangan. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), misalnya, saat ini sangat agresif dalam menawarkan kerja sama asuransi delay dengan maskapai.  "Sudah kami kirimkan tawaran kerjasama ke beberapa maskapai, tapi belum ada jawaban," kata Direktur Ritel PT Jasindo, Soeranto, Rabu (28/12/2011).

Soeranto mengaku tertarik menggarap asuransi delay karena peluang pasarnya sangat besar. Menurutnya, bisa bekerjasama dengan salah satu maskapai saja, potensi perolehan preminya sangat besar.
Ia mencontohkan, dengan harga premi sebesar Rp 15.000 per penumpang, maka potensi perolehan premi dalam setahun akan mencapai Rp 15 miliar. "Itu dengan asumsi satu maskapai bisa mengangkut 1 juta orang per tahun," jelas Soeranto.

Direktur Ritel PT Citra Insurance Underwritter Bino Sulaksono mengakui potensi asuransi delay sangat besar. Sebelum ada asuransi delay, perusahaan asuransi sudah mengangtongi premi cukup besar dari penjualan produk asuransi perjalanan dengan pesawat. Produk tersebut menanggung jiwa penumpang dan barang.
khusus untuk asuransi delay nantinya akan menanggung keterlambatan pesawat. Alhasil, pendapatan asuransi delay ini bakal mengerek perolehan premi dari produk asuransi perjalanan dengan pesawat.

Menurut Bino, dari asuransi perjalanan itu saja, perusahaannya berhasil mengumpulkan premi sebesar Rp 5 miliar per November 2011. Selain bekerja dengan maskapai, premi sebesar itu didapat juga dari kerjasama dengan biro perjalanan wisata. "Komposisinya, 60% dari agen perjalanan dan 40% dari maskapai," jelas Bimo. (Feri Kristiant/Kontan)



Rabu, 21 Desember 2011

Garuda Cabut Pelayanan Visa di Pesawat

Garuda Cabut Pelayanan Visa di Pesawat





Maskapai penerbangan Garuda Indonesia mencabut imigration on board (pelayanan visa di pesawat) pada rute penerbangan Amsterdam-Dubai-Jakarta mulai tanggal 23 Desember 2011. Padahal fasilitas ini telah menjadi merek dagang perusahaan Indonesia tersebut.
Garuda menyediakan fasilitas imigration on board supaya pelanggan tidak perlu mengantri terlalu lama di Cengkareng pada saat tiba di Jakarta, sekitar jam 8 pagi. Namun setelah mengevaluasi penerbangan Amsterdam-Dubai-Jakarta, pihak Garuda menyimpulkan antrian di imigrasi Cengkareng masih belum ada atau sedikit sekali.
Dengan demikian pihak Garuda merasa tidak tepat jika tetap menyediakan fasilitas itu untuk penerbangan dari Amsterdam.
Antrian panjang
Menurut Kepala Regional Garuda Amsterdam-Dubai
Kokoh Ritonga, kepada Radio Nederland Rabu (21/12/2011) Kepala Regional Garuda Amsterdam-Dubai mengatakan masih ada penerbangan internasional Garuda lainnya yang tiba di Jakarta pada saat jam sibuk, di mana kalau tidak memberikan fasilitas imigration on board, antrian akan panjang.
Alasan Garuda mencabut imigration on board antara lain masih terbatasnya tenaga kerja. Untuk bisa melaksanakan pelayanan tersebut harus ada petugas dari imigrasi sendiri dan alat-alat yang diperlukan.
"Jadi kita harus memilih mana yang lebih memerlukan. Akhirnya direksi kita memutuskan bahwa prioritas diberikan kepada penerbangan internasional yang tiba di Jakarta pada saat peak hour," kata Kokoh Ritonga.
Kepala regional Garuda Amsterdam-Dubai-Jakarta juga mengakui pengaruh dari langkah ini pasti ada. Tapi ia yakin pelanggan memilih terbang dengan Garuda bukan hanya semata-mata karena faktor imigration on board. "Dari survei yang kita laksanakan ada beberapa karakter produk yang menjadi faktor orang memilih Garuda, dan faktornya tidak hanya imigration on board."
Sebagai contoh, Kokoh Ritonga menyebut selain harga dan kualitas pelayanan, juga jadwal penerbangan yang menjadi faktor mengapa penumpang memilih naik Garuda. Maskapai penerbangan Indonesia tersebut hanya transit di Dubai paling lama satu jam. Jadi total penerbangan Amsterdam-Jakarta paling pendek dibandingkan maskapai-maskapai lain.
Salah satu dampak dicabutnya fasilitas imigration on board, menurut Kokoh Ritonga adalah penurunan minat terhadap produk Garuda untuk waktu tertentu. "Tapi dengan adanya kelebihan-kelebihan di bidang lain, kita harapkan akan kembali normal."
Sayang sekali
Sementara itu, Sie dari biro perjalanan Sie Tours and Travel di kota Amstelveen sangat menyayangkan keputusan Garuda ini.
"Menurut saya ini adalah suatu ekstra pelayanan untuk penumpang. Apalagi sekarang airline-airline lainnya sedang menurunkan harga. Saya sudah ngomong dengan penumpang-penumpang kami. Mereka merasa sangat sayang sekali."
Menurut Sie, cukup banyak orang Belanda, orang Indonesia berwarga negara Belanda atau orang Belanda keturunan Indonesia, yang naik Garuda ke Indonesia. Alasan utama mengapa mereka memilih Garuda adalah karena fasilitas imigration on board.
Sie mengkhawatirkan jumlah penumpang Belanda ke Indonesia pasti akan berkurang akibat pencabutan fasilitas ini. Nilai tambah Garuda kini tinggal harga dan pajak bandara yang masih termasuk murah jika dibandingkan maskapai penerbangan lainnya.
"Tapi kalau dibandingkan dengan Emirates misalnya, ya kalah Garuda," tutur Sie
Sumber : TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA


SUPPORT BY

Jumat, 16 Desember 2011

9 Tips Melawan Jetlag


Apakah anda termasuk orang yang sering harus "living on a jet plane?" saking sibuknya anda, anda terpaksa sering bepergian ke luar negeri, naik pesawat, melintasi berbagai zona waktu. Akibatnya sudah jelas sekali, jet lag, yang membuat anda gampang marah, grogi, dan yang paling berbahaya adalah gangguan tidur. Berikut adalah cara untuk membantu mengatasi hal tersebut.


1. AKLIMATISASI.
Jika perjalanan anda lebih dari satu hari, coba melakukan aklimatisasi dengan cara mengikuti jadwal makan dan tidur di daerah tujuan anda, 3 hari sebelum keberangkatan. 3 hari sebelum kembali, lakukan aklimatisasi balik

2. TERBANG SEHARI LEBIH AWAL.
Jika jadwal meeting anda adalah Senin, maka usahakan Sabtu malam, atau Minggu pagi, anda sudah tiba di tujuan. Hal ini sangat membantu waktu biologis anda, cara ini banyak dipakai dan banyak berhasil.

3. MINUM.
Banyak minum air, hindari alkohol, kopi, teh, dan minuman berkafein pada saat penerbangan. Minuman-minuman tadi akan membuat anda dehidrasi dan mengacaukan jam biologis anda, sehingga malah memperbesar efek jet lag anda.

4. TERBANG DENGAN KELAS BISNIS ATAU UTAMA.
Jika anda harus segera berangkat dan harus cepat2 meeting dan segera bertemu klien, dengan kata lain waktu aklimatisasi sangat terbatas, atau bahkan tidak ada, gunakan penerbangan yang membuat anda nyaman, sehingga anda bisa tidur dan membantu anda untuk beristirahat, sehingga pada saat anda sampai di tujuan, anda siap dan fokus.

5. MAKAN MAKANAN BERKARBOHIDRAT TINGGI.
Makan pada malam sebelum anda berangkat. Karbohidrat akan memberikan otak sumber triptophan, semacam pembantu tidur bagi anda. Hal ini sangat membantu, terutama jika anda terbang ke arah barat.

6. SARAPAN EGG BENEDICT. 
Makanan berprotein tinggi pada saat sarapan di tempat tujuan, akan membantu otak anda semakin awas sepanjang hari.

7. BAWA ALAT OLAHRAGA ANDA.
Kebanyakan hotel bagus menyediakan ruangan fitness dan kolam renang. Coba jadwalkan olahraga 30 menit di perjalanan. Anda akan merasa lebih baik dan mudah tidur.

8. HINDARI KELELAHAN OTAK.
Hindari perjalanan panjang atau membuat keputusan penting dalam waktu 24 jam setelah kedatangan anda, karena jet lag akan membuat kemampuan berpikir dan bereaksi anda melemah.

9. GELAPKAN DAN DINGINKAN RUANGAN. 
Jendela kamar hotel anda memberi pemandangan indah. Tapi lebih baik anda pergunakan gorden untuk meredam cahaya di jam anda ingin tidur. Turunkan juga suhu ruangan. Cara ini akan membantu anda menipu jam biologis anda, dan akan membuat tubuh anda mau tidur.


Sumber : dari berbagai sumber.

Maskapai Penerbangan Tawarkan Pasangan Lewat FB


Maskapai penerbangan Belanda, KLM, mengembangkan alat yang membuat penumpangnya bisa memilih pasangan duduknya sendiri melalui akses Facebook dan LinkedIn. Bagaimana?

Layanan yang bernama 'meet and seat' ini memberi penumpang kemampuan untuk bisa mengakses jejaring sosial dan memilih pasangan untuk menemaninya duduk.

Gagasan utamanya adalah, KLM ingin penumpangnya bisa duduk dengan orang yang memiliki minat sama.

Penumpang juga bisa memilih pasangan duduknya berdasarkan penampilannya dan pekerjaannya. Bagi penumpang yang ingin sendiri dan tak menghiraukan sekitarnya, disediakan pilihan untuk tidak berbagi informasi pribadinya.

KLM bukan maskapai penerbangan pertama yang mendukung penggunaan media sosial secara kontroversi ini. Seperti Malayasia Airlines yang merilis layanan di Facebook yang membuat penumpangnya bisa memeriksa apakah ada temannya yang juga naik pesawat sama atau mengunjungi tujuan sama di waku bersamaan.

Selain itu, ada AirTroductions yang berhasil menjadi berita utama pada 2006 karena menawarkan layanan kencan online bagi penumpangnya. Namun, layanan ini kini telah dihentikan seperti dilaporkan DM.

(Inilah.com)

Selasa, 13 Desember 2011

Filipina Masih Menyelidik Penyebab Kecelakaan Queen Air


Otoritas penerbangan sipil Filipina masih menyelidiki penyebab insiden kecelakaan pesawat di Kota Paranaque di wilayah Metro Manila, baru-baru ini. Jumlah korban bertambah menjadi 13 orang tewas, 20 orang luka-luka dan 5 orang masih dinyatakan hilang.

Tim investigasi sampai kemarin masih menyelidiki kecelakaan pesawat kargo Queen Air yang jatuh di daerah perumahan di Jalan Taiwan, Kota Paranaque, Metro Manila. Tim investigasi juga masih menyisir lokasi jatuhnya pesawat di kawasan kumuh Metro Manila, untuk menemukan lagi korban-korban. Hingga kini masih ada 5 orang yang dinyatakan hilang.

Saksi mata mengaku mendengar ledakan keras sebelum pesawat terbakar dan meratakan 20 rumah serta bangunan sekolah dasar. Dikhawatirkan korban masih akan terus bertambah, meski sejauh ini dikonfirmasi 20 orang luka-luka dan 13 orang tewas, termasuk pilot dan ko-pilot.

(Metrotvnews)

SUPPORT BY


‘Bom Waktu’ Itu Bernama Juanda

Kegembiraan sedang direguk Bandara Internasional Juanda Surabaya karena meraih penghargaan Bandara Terbaik se-Indonesia versi Majalah Bandara dan Penghargaan Menteri Negara BUMN sebagai `Best Airport`. Meski demikian, pengelola Juanda diingatkan untuk tidak 'mabuk' gelar karena kenyataannya ada 'bom waktu' yang terus berdetak dan siap meledak.

Overload terminal penumpang dan landasan pacu membuat wajah Juanda bak 'Joyoboyo' (terminal lyn/angkot Surabaya yang semrawut,Red). Penumpang klesetan di lantai, antrean di ruang tunggu VIP hingga delay menjadi pemadangan tiap hari.

Bahkan, jangan kaget bila suatu saat penerbangan distop total. Sebab di dalam setahun ini sudah empat kali terjadi pengelupasan landasan. Langkah perbaikan pun dilakukan dengan melebarkan bandara ke Bandara Juanda lama di sisi Selatan. Sayangnya menurut kalangan pengamat itu bakal sia-sia karena hanya akan bertahan maksimal 5 tahun.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 6,5%  lebih cepat seperti tren pertumbuhan di Asia. Selama infrastruktur jalan darat belum memadai, saya khawatir setelah pembangunan terminal 2 Juanda  tidak akan membantu banyak dalam menyelesaikan kepadatan Juanda yang ada saat ini sudah dalam fase kritis," ujar Pengamat Dirgantara, Dudi Sudibyo ketika dihubungi, Jumat (9/12). Sekadar diketahui Bandara Awrad berlangsung di Jakarta, Rabu (7/12) malam.

Pembangunan terminal 2 bandara lama Juanda yang diresmikan dengan pemancangan tiang pertama Kamis (01/12) lalu bukan solusi yang tepat untuk mengatasi over capacity. Jumlah pengguna moda transportasi udara dari tahun ke tahun meningkat hingga menyebabkan penumpang maskapai membludak.

Apalagi, maskapai penerbangan berbiaya murah atau low cost carrier (LCC) terus bertambah. Dalam beberapa tahun ke depan, lalu lintas makin sesak karena maskapai penerbangan Lion Air membeli 230 pesawat Boeing senilai 21,7 miliar dollar atau sekitar Rp 195 triliun dan diap terbang ke semua titik, tentunya JUanda menjadi salah satu tujuan 'favoritnya'.

Dudi pun meramalkan, selama kurun waktu kurang dari lima tahun, pembangunan terminal 2 bandara Juanda akan overload juga. Apalagi, Surabaya sebagai kota kedua setelah Jakarta pertumbuhan perekonomiannya bergerak dengan pesat.

Sejak diresmikan pada tahun 2007 lalu, bandara Juanda baru di sisi Utara yang dibuat dengan kapasitas 6,5 juta penumpang per tahun sudah melebihi kapasitas. Data PT Angkasapura (AP) I menyebutkan rata-rata pertumbuhan arus penumpang di Bandara Juanda mencapai 7%-10% per tahunnya. Pada tahun 2009, volume penumpang di bandara Juanda mencapai 10,63 juta orang. Adapun traffic pesawat pada 2009 mencapai 94.066 unit.

Sedangkan pada tahun 2010 volume penumpang di bandara juanda mencapai sekitar 11,5 juta orang, padahal kapasitas ruang tunggu penumpang bandara Juanda baru hanya 6,5 juta orang pertahun. Rata-rata lalu lintas pesawat di bandara Juanda tiap harinya sebanyak 250 unit.

Dudi menambahkan, pemerintah harus mencari tempat alternatif baru agar lack of capacity atau kekurangan daya tampung penumpang bandara segera teratasi selama 20 tahun ke depan. Dia menyebutkan, salah satu langkah yang terbukti berhasil di negara lain adalah pembangunan bandara baru sebagai pendamping bandara Juanda. Di Jawa Timur Madura menjadi wilayah yang tepat.

Menurut dia, Madura adalah wilayah yang berdekatan dengan Surabaya dan mempunyai kemudahan transportasi karena ditunjang oleh Jembatan Suramadu yang menghubungkan antara 2 wilayah, yakni pulau garam dengan Kota Surabaya. "Selain itu, secara geografis Madura mempunyai kondisi tanah yang landai serta tidak berbukit sehingga sangat cocok untuk dibangun bandara,"sambungnya.

Di kota-kota besar di Asia, kata Dudi, terdapat lebih dari satu bandara untuk melayani penumpang. Dia mencontohkan di kota Bangkok, Thailand terdapat 2 bandara yaitu Don Mueang Airport yang khusus melayani penumpang domestik dan Suyarnabhumi Airport untuk penumpang internasional.

"Seharusnya pemerintah mencontoh negara-negara besar yang memiliki 2 bandara. Dengan keberadaan 2 bandara, kepadatan penumpang akan terurai. Karena saat ini secara keseluruhan di bandara-bandara kota besar di Indonesia jumlah penumpang pesawat sudah mencapai 160 juta orang per tahun,"ujarnya.

Sekadar menginformasikan, Bandara Juanda memiliki panjang landasan 3.000 meter dengan luas sebesar 51.500 m², atau sekitar dua kali lipat dibanding terminal lama yang hanya 28.088 m². Bandara yang beroperasi saat ini dilengkapi dengan fasilitas lahan parkir seluas 28.900 m² yang mampu menampung lebih dari 3.000 kendaraan. Bandara tersebut mampu menampung 6 juta hingga 8 juta penumpang per tahun dan 120.000 ton kargo/tahun.

Namun, hingga November tahun ini, jumlah penumpang bandara Juanda sudah melebihi kapasitas yang mencapai 12 juta penumpang. Jika bertepatan dengan libur nasional, dipastikan tiap harinya akan terjadi delay karena traffic kedatangan pesawat yang begitu padat. Dalam sehari, jadwal penerbangan di bandara Juanda bila musim libur mencapai 400-450 flight.

Pembangunan terminal 2 bandara juanda lama setelah lama mangkrak diprediksi bisa sedikit membantu mengurai kepadatan yang ada di bandara Juanda saat ini. Pembangunan dengan nilai investasi Rp 380 miliar ini ditargetkan bisa rampung dalam waktu sebelas bulan atau bulan November 2012.

Kapasitas tampung lapangan parkir mobil terminal 2 sebanyak 500 unit untuk mobil dan 300 unit untuk motor. Sedangkan pada terminal 1 mampu menampung 1.333 unit mobil dan 900 unit motor. Selain terminal 2 juanda, pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp 2,5 triliun untuk pengembangan bandara internasional lainnya. Diantaranya bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta, bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, bandara Sepinggan Balikpapan, bandara Internasional Lombok Nusa Tenggara Barat.dan bandara Kuala Namu Medan.
(Surabaya Post Online)


SUPPORT BY






Kamis, 08 Desember 2011

Lion Air dan Pemerintah Dihukum karena Diskriminasikan Penyandang Cacat


Maskapai penerbangan nasional Lion Air, PT Angkasa Pura II dan Kementerian Perhubungan dinyatakan melakukan perbuatan diskriminasi terhadap difabel (penyandang cacat). Oleh karenanya, mereka dihukum membayar Rp 25 juta dan permohonan maaf di koran nasional.

"Mengabulkan sebagian gugatan pemohon. Menghukum tergugat I, II dan III tanggung renteng Rp 25 juta dan memohon maaf di media cetak harian nasional," kata Ketua Majelis Hakim, Amin Sutikno di PN Jakpus, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Kamis, (8/12/2011).

Majelis hakim menilai Lion Air bersalah karena melakukan perbuatan diskriminasi terhadap penumpang, Ridwan Sumantri pada 11 April 2011 silam. Akibat perbuatan ini maka penumpang mendapat kerugian, baik materiil maupun immateril.

"Perbuatan tergugat mengakibatkan perasaan malu dan terhina sebagai orang cacat," tambah Amin.

Selain itu, majelis hakim juga menghukum PT Angkasa Pura II karena tidak menyediakan lift khusus bagi para difabel. Adapaun Kementerian Perhubungan dihukum karena sebagai regulator lalai akan tugasnya. Yaitu wajib melakukan kontrol dan pengawasan.

"Kemenhub tidak boleh hanya menunggu laporan penumpang tetapi proaktif melihat pemenuhan hak penumpang," tandas Amin.

Mendapati putusan ini, kuasa hukum Lion Air, Nusirwan langsung menolak keputusan ini dan serta merta menyatakan banding. Menurutnya keputusan hakim melebihi apa yang digugat oleh penggugat. "Hakim dalam memutus juga mempertimbangkan berdasarkan pengamatan sendiri. Bukan berdasarkan fakta persidangan. Selain itu, selama persidangan penggugat tidak bisa membuktikan kerugian yang dialami. Kami banding," kata Nusirwan.

Gugatan ini bermula ketika Ridwan, warga Pondok Bambu, Jakarta Timur hendak terbang menuju Denpasar pada Senin 11 April 2011 dari Bandara Soekarno-Hatta. Ridwan merasakan perlakuan diskriminatif usai melakukan check in.

Awalnya dia meminta tempat duduk bagian depan supaya tidak terlalu jauh digendong. Nyatanya, dia mendapat seat 23 A atau bagian tengah.

Diskriminasi lainnnya yaitu dia dipaksa menadatangani surat sakit. Tercantum pula jika sakitnya menyebabkan penumpang lain sakit, maka dia yang harus menanggung. Dirinya sempat protes hingga penerbangan molor selama 40 menit. Di ujung pemaksaan, petugas Lion Air mengancam apabila tidak mau menandatangi surat sakit, maka Ridwan harus turun.

Diberi pilihan tersebut, mau tidak mau dia menandatangai surat perjanjian tersebut. Selain itu dia juga ada pekerjaan penting di Denpasar yang tidak mungkin ditinggalkan.

(detikNews)

Kronologi Jatuhnya Pesawat Cessna

Setelah sejumlah penyelidikan dilakukan terhadap bangkai pesawat Cesna 172, "Skyhawk," dengan registrasi PK - NIP, sekolah penerbangan PT.Nusa Flying International yang jatuh pada 16 November lalu, dan berdasarkan keterangan sejumlah saksi, dapat dipastikan pesawat tersebut jatuh karena cuaca buruk.

Cpt. Sugeng Triyono, yang merupakan kepala sekolah penerbangan Nusa Flying International kepada Tribunnews.com, Rabu (07/12/222011), mengatakan bahwa cuaca yang tiba-tiba memburuk, membuat pesawat menabrak sisi barat gunung Ciremai di Majalengka, Jawa Barat.

Ia menambahkan, bahwa dari bangkai pesawat juga tidak ditemukan adanya indikasi bahwa kerusakan telah terjadi di udara, sehingga menyebabkan kecelakaan.

Seperti yang diberitakan Tribun sebelumnya, terakhir pesawat melakukan komunikasi adalah pada pukul 09.00, dan diketahui berada sekitar 30 mil di Timur Purwakarta, Jawa Barat.

"Saksi dan data yang kami miliki menyebutkan cuaca memburuk setelah pukul 09.00 wib,"

Cuaca buruk itu juga disertai angin dari arah utara ke selatan. Menurut Sugeng, sejumlah saksi menyebutkan bahwa saat itu cuaca buruk juga menyebabkan kabut tebal, sehingga hal tersebut membuat jarak pandang menjadi sangat buruk.

Standard Operational Procedure dalam keadaan tersebut, kata Sugeng adalah segera menghindar dari cuaca buruk, dan terbang di kerendahan.

"Hal itu yang membuat jalur penerbangan pesawat melenceng dari yang seharusnya, pesawat sepertinya coba menghindar lebih ke Timur, dimana pesawat harus menuju kota Cirebon, namun justru mengarah ke Majalengka," tambahnya.

Dalam keadaan seperti itu, dan jarak pandang yang buruk, pesawat langsung menabrak sisi barat gunung Ciremai, di ketinggian sekitar 2400 mdpl. Hal tersebut membuat seluruh awak, yakni siswa penerbangan Muhamad Fikriansyah, (21), dan Agung Febrian, (30), dan seorang instruktur kapten Partogi (25), tewas seketika.

Dalam tragedi tersebut, menurut Sugeng seluruh prosedur telah dijalani, dan mesin juga bekerja dengan baik. Ia menganggap insiden tersebut bisa terjadi karena "Force Major," atau diluar kapasitas untuk dihindari.

Jenazah para korban, bersama dengan puing pesawat pada 29 November lalu, dengan kondisi ketiga awak menumpuk tak bernyawa di kokpit pesawat. Dua hari setelahnya jenazah pun sudah bisa dikembalikan ke keluarga masing-masing.

(tribunnews)

Aktor Diusir dari Pesawat karena Main Game Pakai HP


Aktor Hollywood, Alec Baldwin terlibat perselisihan dengan pramugari sebuah maskapai penerbangan di Amerika karena bermain game menggunakan telepon genggam atau handphone (HP) sebelum keberangkatan pada Selasa, 6 Desember 2011 waktu setempat. Akibatnya, bintang film 'The Departed' ini diminta turun dari pesawat.

"Alec diminta meninggalkan pesawat karena bermain 'Words with Friends' saat pesawat masih diparkir di pintu masuk. Dia sangat menyukai WWF sehingga rela meninggalkan pesawat. Namun ia sudah naik penerbangan AA yang lain," ujar juru bicara Baldwin, Matthew Hiltzik seperti dikutip dari laman Reuters.

Baldwin pun mengomentari kejadian tersebut melalui akun Twitter-nya. "Pramugari American mengeluarkan saya karena bermain 'Words with Friends' saat kami duduk di pintu masuk, bukan saat bergerak," ujar Baldwin.

Tweet Baldwin dan pernyataan juru bicaranya keluar setelah seorang penumpang pesawat dari Bandara Internasional Los Angeles ke New York menulis status di Twitter, "Sedang dalam pesawat AA di LAX. Alec Baldwin dipindahkan dari pesawat. Kami harus kembali ke pintu masuk. Sangat buruk bahwa setiap orang harus menunggu."

(VIVAnews)


Lion Air: Jika Bahayakan Penerbangan Pilot Berhak Usir Penumpang


Mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH), Bernard (20), terpaksa diusir pilot dari pesawat Lion Air JT 0575 rute Surabaya-Jakarta. Tindakan pilot itu diperbolehkan dalam aturan penerbangan dunia, jika penumpang tersebut bisa membahayakan keselamatan penumpang lain dan penerbangan.

"Itu sudah menjadi aturan penerbangan dunia. Siapa pun yang dianggap mengganggu penerbangan, si pilot berhak mengambil tindakan," kata Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait, saat dihubungi detikcom, Rabu (7/12/2011).

Menurut Edward, kewenangan pilot itu pun tidak boleh mendapat intervensi dari pihak manapun. Karena pilot sendiri yang mengetahui kondisi di dalam pesawat.

"Tidak boleh dalam koridor intervensi dari pihak manapun," ujarnya.

Namun untuk insiden dugaan pemukulan terhadap Bernard oleh pilot Kapten Ivan Setiawan, Edward enggan menjelaskan duduk perkaranya.

"Biarlah proses itu berjalan. Saya nggak bisa mengatakan itu kejadiannya bagaimana," jelasnya.

Sebelumnya Bernard (20) melaporkan Kapten Ivan Setiawan ke Polres Sidoarjo. Bernard mengaku dipukul oleh pilot tersebut hingga rusuknya luka dan tulang rawannya infeksi. Bernard pun melakukan visum.

Pemukulan ini dipicu oleh ucapan Bernard yang dianggap tidak sopan kepada pramugari. Nah, kata-kata itu yang memicu pilot dan sekuriti bertindak. Sayangnya, Edward enggan mengungkapkan kata-kata apa yang dilontarkan Bernard.

"Ya saya ngobrol sama teman-teman saya sambil jalan setelah itu," kata Bernard.

Edward enggan membeberkan kronologi keributan tersebut versi sang pilot. Pihak Lion Air pun menyerahkan seluruh penyidikan kepada pihak kepolisian.


(detikNews)

Bandara Sintang Butuh Lagi Rp 10 Miliar

Bupati Sintang Milton Crosby mengatakan, pada tahun 2012 mendatang pemkab Sintang akan kembali mengalokasikan dana sekitar Rp 10 miliar. Untuk mendukung proses pembangunan Bandara Tebelian Air Port, dana tersebut dipergunakan untuk pembebasan lahan perpanjangan landasan pacu (run way) dan juga pembebasan jalan masuk bandara.

Dijelaskan Milton Crosby, Rabu (7/12/2011) ketika meninjau proses cut and fill run way Bandara, panjang lahan yang akan dibebaskan untuk memperpanjang run way yang ada sekarang sekitar 500 meter. Sehingga total panjang run way bandara tersebut nantinya mencapai 3000 meter dan diperkirakan menjadi yang terpanjang di Kalbar.

"Perpanjangan run way menjadi tiga kilometer tersebut karena kita mempertimbangkan perkembangan dunia penerbangan hingga 50 tahun kedepan. Sementara untuk jalan masuk bandara, yang akan dibebaskan nantinya sepanjang lima kilometer jalan masuk dengan lebar 60 meter karena harus dua jalur," tandas Milton.

Dengan pengalokasian dana sekitar Rp 10 miliar tersebut nantinya dijelaskan Milton, maka diharapkan persiapan pemkab Sintang untuk pembangunan Bandara Tebelian Air Port rampung. Hanya tinggal menunggu proses pembangunan fasilitas bandara yang menjadi kewenangan sepenuhnya pemerintah pusat.

"Pada tahun-tahun kedepan kita hanya tinggal melakukan proses pembangunan jalan masuk dan beberapa fasilitas pendukung lainya seperti bangunan bandara. Kalau untuk pembangunan sarana penerbangan termasuk run way bandara sepenuhnya ada pada pemerintah pusat," ungkapnya.

Milton juga berharap pada tahun 2012 mendatang pemerintah pusat melalui APBN kembali mengalokasikan dana yang cukup besar untuk penyelesaian cut and fill. Yang masih tersisa sekitar 2,5 kilometer, berdasarkan informasi sementara pemerintah pusat akan mengalokasikan dana sekitar Rp 50 miliar untuk proses tersebut.

"Kalau tidak meleset yang dijanjikan oleh pemerintah pusat melalui wakil rakyat Kalbar, kita akan mendapatkan bantuan Rp 50 miliar tahun depan. Dengan dana tersebut maka cut and fill akan rampung tahun depan, karena untuk tahun 2011 ini dengan dana Rp 15 miliar kita sudah bisa meratakan lahan sepanjang 500 meter," katanya.                                                           

Sementara pelaksana pekerjaan cut and fill Bandara Tebelian Air Port dari PT Dian Sentosa Surabaya Sugeng, ketika dikonfirmasi terpisah membenarkan bahwa pekerjaan cut and fill tahap pertama sudah hampir rampung.  Dirinya juga membenarkan panjang pekerjaan yang menjadi tanggung jawab tahap pertama hanya sekitar 500 meter.

"Untuk cut and fill tahap pertama ini memang hanya 500 meter, dan kita pastikan pada Desember ini akan selesai semua pekerjaan yang ada. Saat ini total pekerjaan yang kita laksanakan sudah mencapai 90 persen dari target awal, hanya tinggal beberapa meter yang masih dalam proses pekerjaan," katanya.

Terkait beberapa kendala yang dialami oleh pihak pengembang dalam menjalankan kontraknya dijelaskan Sugeng. Dirinya menjelaskan saat ini cuaca sudah mulai tidak bersahabat, dengan seringnya turun hujan pada siang hari yang menyebabkan alat-alat berat yang ada tidak bisa bekerja maksimal.

"Kami mengerahkan peralatan maksimal untuk pekerjaan ini, masing-masing peralatan yang kita terjunkan tiga unit buldozer, empat unit eksavator, dua unit stunbal dan sekitar delapan unit dum truk. Makanya pekerjaan menjadi cepat, hanya saja kalau turun hujan siang hari kita tidak jarang berhenti total karena kontur tanah juga tidak memungkinkan," pungkasnya.
(Tribunnews)



SUPPORT BY


Selasa, 06 Desember 2011

Akibat Aktivitas Gunung Gamalama, Ternate Garuda Indonesia Untuk Sementara Hentikan Penerbangan ke Ternate


Sehubungan dengan pemberitahuan yang dikeluarkan oleh otoritas penerbangan - "Notification to Airman" (NOTAM) No. C0932/2011 oleh Airport Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara yang menyatakan bahwa bandara Sultan Babullah, Ternate ditutup selama dua hari (tanggal 5 - 6 Desember 2011), akibat aktivitas Gunung Gamalama, maka - sesuai Notam tersebut Garuda Indonesia untuk sementara (tanggal 5 – 6 Desember 2011) tidak melayani penerbangan ke Ternate.

Garuda Indonesia saat ini melayani penerbangan dari Jakarta ke Ternate sebanyak dua kali per hari, masing-masing melalui Menado (GA 600) – berangkat dari Jakarta pukul 05.40 WIB dan tiba di Ternate pada pukul 12.40 WITA. Sementara itu, penerbangan ke Ternate melalui Makassar (GA 660), berangkat dari Jakarta pukul 00.45 WIB dan tiba di Ternate pada pukul 09.00 WITA.

Garuda Indonesia akan terus memonitor situasi dan perkembangan berkaitan dengan aktivitas gunung Gamalama, dan Garuda Indonesia akan terbang kembali ke Ternate setelah bandara Sultan Babullah dinyatakan dibuka kembali oleh otoritas yang berwenang.Garuda Indonesia Gunakan B737-800 NG untuk Penerbangan ke Kendari.
Sementara itu, sejalan dengan meningkatnya jumlah penumpang penerbangan ke Kendari, maka mulai Selasa (13/12), Garuda Indonesia akan mengoperasikan pesawat jenis B 737-800 NG menggantikan pesawat jenis B737-300 yang sebelumnya melayani rute penerbangan ke Kendari tersebut.

Pesawat jenis B737-800NG memiliki kapasitas 162 kursi yang terdiri dari 12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi, sementara B737-300 memiliki kapasitas sebanyak 110 kursi yang terdiri dari 16 kelas bisnis dan 94 kelas ekonomi.

Garuda Indonesia melayani penerbangan Jakarta – Kendari satu kali setiap hari, berangkat dari Jakarta (GA 604) pukul 06.30 WIB, tiba di Kendari pada pukul 11.35 WITA. Sementara itu, penerbangan dari Kendari (GA 605) berangkat pukul 12.20 WITA dan tiba di Jakarta pada pukul 15.15 WIB.


(IP)

Senin, 05 Desember 2011

Pesawat DC-8 Jatuh akibat Salah-Dengar?


Berbagai opini bermunculan setelah terjadi kecelakaan pesawat DC-8 Martinair yang mengangkut calon jemaah haji Indonesia pada 4 Desember 1974 di Sri Lanka. Salah satu opini pada tahun itu dimuat oleh harian KOMPAS yang diterbitkan pada 16 Desember 1974. Artikel ini kembali diturunkan oleh Kompas.com untuk melengkapi artikel Tragedi Besar bagi Indonesia pada 4 Desember.

Oleh Kuscahyo

KOMPAS.com - „Fourty" dikira 'Fourteen'. Begltulah judul berita yang bersumber dari Colombo, Atau barangkali bisa juga ditambahkan berita, bahwa kemudian petugas Menara ditahan Polisi, dsb, dsb.

Berita semacam ini akan sangat menarik perhatian pembaca, sudah barang tentu. Tapi mungkinkah hal ini terjadi? Jawabannya b1sa "ya" dan bisa „tidak,", Sebab yang dipersoalkan adalah kemampuan-dengar kuping manusia.

Apalagi bahasa yang lazim dlpakai dalam dunia penerbangan adalah bahasa Inggris, dimana perkataan empat puluh dan empat belas (kira-kira) akan diucapkan FOURTY dan FOURTEEN.

Sebenarnya gejala bakal terjadi salah-dengar seperti ini sudah lama dipikirkan oleh para ahli, sebab hal ini diramaikan bakal mengundang mara-bahaya. Ada sebuah motto yang sangat berharga dalam dunia penerbangan: THE SKY IS WIDE, BUT THERE IS NO PLACE ' FOR ERROR.

Sama sekali tidak boleh keliru, begitulah kira-kira. Salah dengar tidak boleh, begitu pula salah-ucap. Kalau Salah-ucap harus segera menyebutkan „correction". kemudian diulang lagi mulai dari perkataan yang benar diucapkan sebelumnya.

FOURTY dan FOURTEEN tidak dipergunakan dalam dunia penerbangan. Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) menetapkan lain. 40 diucapkan FOWER ZERO, dan 14 dieja ONE FOWER. Ini telah diketahui oleh semua penerbangan, petugas-petugas menara maupun para operator radio yang bartugas di darat. Licence for Radio Telephony telah mereka miliki, sebelum terjun ke dalam profesinya masing-masing.

Dan apa yang terdapat dalam Radio Telephony Procedures inilah " jalan keluar " yang ditempuh para ahli untuk menghindari salah-ucap maupun salah-dengar, sampai pada kemungkinan yang paling kecil.

Seandainya benar Pesawat PH-MBH yang jatuh di Sri Lanka tanggal 4 Desember yll melaporkan posisinya kepada Menara Pengawas Bandaranaike, bahwa dia berada 40 mil dari lapangan terbang, maka penerbang akan berkata begini: BANDARANAIKE TOWER, PAPA HOTEL MIKE BRAVO HOTEL POSITION FOWER ZERO MILES ALTITUDE EIGHT THOUSAND FEET, OVER. Dan petugas Menara akan mengulang-baca (read back) laporan posisi tersebut, sebelum memberikan suatu Instruksi atau informasi.

Taruhlah dia salah-dengar atau salah-ucap sehingga menjadi ONE FOWER yang keluar di head-phone penerbang, maka sang penerbang akan berteriak: NEGATIVE, POSITION FOWER ZERO MILES. I SAY AGAIN FOWER ZERO MILES, OVER. Dan petugas Menara pun akan read-back sekali lagi: ROGER, FOWER ZERO MILES , ..... dst, dst.

Ternyata cukup teliti, bukan? Di samping spelling alphabet yang dibuat begitu jelas seperti PAPA untuk huruf P, FOWER untuk four (supaya tidak confuse dengan for), masih dibantu lagi oleh phraseology Sepertl NEGATIVE untuk no, AFFIRMATIVE untuk yes, WILCO untuk yes I do, ROGER untuk I receive, dsb, dsb.

Sedangkan Radio Telephony Procedures masih memerinci lebih jauh lagi perkara „omong-omong" di udara Ini, seperti keharusan membacaulang laporan posisi dari pesawat (bagi petugas Menara) atau instruksi dari Menara (bagi penerbang) yang baru saja diterima.

Agar semuanya menjadi jelas. Bahkan di dalam buku manualnya masih ditekankan, agar setiap kata diucapkan secara „clear and distinctly", dengan jarak satu jengkal antara mike dengan pembicara.

Tapi ,cerita burung" memang enak juga didengar dalam situasi yang menegangkan, seperti adegan-adegan porno untuk diselipkan di dalam film-filmnya Ian Fleming. Seperti kejadian di Branti 7 September yang lalu, dikatakan bahwa petugas Menara ditahan oleh Polisi sehubungan dengan jatuhnya Pesawat ,Semeru" milik Garuda itu.

Dan semua orang akan mengatakan wajar kalau perkara sebesar itu bakalan diusut Polisi, sebab tergulingnya truck-pasir di sawah juga diusut oleh Polantas. Tapi „orang dalam" akan tertawa di dalam hati. Taruhlah Polisi berhak menangkap orang-orang yang dicurigai, tapi untuk mengusut dan memproses verbal persoalan yang bersifat „teknis" seperti ini akan banyak menimbulkan salah tafsir yang jauh sekali.

Bahkan para ahli dari berbagai bidang dalam dunia penerbangan sendiri masih perlu menganalisa dan kemudian berdebat lebih dulu, sebelum mengambil kesimpulan. Kadang kadang diperlukan waktu cukup lama. Sementara cerita burung telah beredar di Pasaran bebas dengan bumbu- bumbu penyedap nomor satu.

Laporan posisi yang diberkan penerbang kepada petugas Menara pada umumnya cukup terperinci. Checkpoint yang dilalui: (di bawahnya atau di sampingnya, kalau ada), atau jaraknya dengan lapangan terbang (biasanya diukur dalam menit), ketinggian pesawat dan sebagainya.

Sedangkan dari Menara Pengawas diberikan informasi-informasi mengenai lalu lintas yang penting-penting, laporan meteorologi sesaat atau porsedur-prosedur yang rapih, tapi pesawat terbang masih bisa menubruk gunung dan hancur di puncaknya. Kenapa ? Yaah, kalau memang semuanya telah dikerjakan dengan teliti dan usaha-usaha maksinmal sudah dilaksanakan, nasiblah yang bisa bicara. Tapi nasib atau bukan, bisa kita lihat darl hasil penelitiaan para ahli nanti. Ingat: Tiada tempat untuk membuat kekeliruan, meskipun langit biru terbentang begini luas.

Sebab siapa membuat kekeliruan, maut adalah taruhannya. FORTY dikira FOURTEEN, atau FORTY di"- ucapkan FOURTEEN. kedua instruksi ataupun clearances yang wajib diindahkan oleh penerbAng. Untuk lapangan terbang Internasional seperti Bandaranaike, saya kira percakapan dari petugas Menara kepada penerbang direkam dalam pita-suara, -yang bekerja pada waktu tombol mike ditekan. Sebaliknya di dalam pesawat terbang yang besar-besar, direkam juga percakapan dari penerbang kepada petugas Menara, tersimpan dl dalam "blackbox" yang berwarna oranye atau warna-warna menyolok lainnya. Dan dua-duanya merupakan arsip yang bisa didengar kembali pada waktu diperlukan.

Pada umumnya, sebelum melakukan penerbangan, para penerbang terlebih dahulu mempelajari ramalan cuaca untuk route penerbangan yang akan dilalui (Route Forecast), ramalan cuaca tempat `tujuan untuk periode yang diperkirakan pesawat akan mendarat (Terminal Forecast), data-data mutakhir lapangan terbang tujuan (Notices to Airmen), dan last but not least dipelajari juga peta-peta yang mencantumkan obstruksi-obstruksi di sekitar Approach Area (Landing Chart). Jadi ketinggian gunung-gunungpun tidak luput - dari pengamatan sebelumnya. Masih kurang telitikah?

Semuanya telah diteliti, semua dikerjakan dengannya merupakan kekeliruan jua adanya. Tapi kemungkinan semacam itu dirasanya kecil sekali, kalau ada. Bahkan sulit untuk bisa dipercaya. Kita lebih baik menunggu hasil penelitian para ahli.

Mungkin akan memakan waktu agak lama, sementara cerita burung telah beredar dan para pembaca sudah terlanjur menarik kesimpulan sendiri-sendiri, menurut logikanya yang awam.


(Kompas)

Sabtu, 03 Desember 2011

Tanggal 04 Desember Tragedi Besar bagi Indonesia


Tanggal 4 Desember 2011 Indonesia dibawa kembali pada kenangan tragedi yang menimpa para calon jemaah haji 37 tahun lalu. Tepatnya 4 Desember 1974 adalah momen tragedi dalam pemberangkatan calon jemaah haji bagi bangsa Indonesia.

Pada tanggal yang jatuh hari Rabu itu, pesawat DC-8 yang dicarter maskapai Garuda Indonesia dan mengangkut calon jemaah, menghantam wilayah perbukitan Tujuh Perawan di Maskeliya, Sri Lanka Tengah.

Seluruh 182 penumpang berikut 9 awak yang menumpangi pesawat maskapai penerbangan Belanda, Martinair ini tewas. Ada beberapa versi laporan media saat itu yang menyebutkan kesalahpahaman komunikasi dari pilot pesawat atau petugas bandara internasional Bandaranaike sehingga pesawat menabrak perbukitan yang terletak sekitar 70,8 kilometer dari bandara dan pada ketinggian 1.841 meter di atas permukaan laut.

Belum usai kesedihan bangsa akan tragedi ini berakhir, 4 tahun kemudian, atau tepatnya 15 November 1978 dan hari yang sama, Rabu, pesawat DC-8 Icelandic Loftleider dari maskapai penerbangan Eslandia yang mengangkut 249 jemaah haji Indonesia dari Jeddah dengan 13 awak juga jatuh di Sri Lanka.

Pesawat itu jatuh hanya sekitar 3,7 km sebelah timur bandar udara Kutanayake, 25 km dari Kolombo. Kecelakaan pesawat yang berencana menuju Surabaya ini mengakibatkan 181 dari 262 orang di dalamnya tewas.

Dua peristiwa di atas seakan berlalu begitu saja dengan pergerakan waktu dan terlupakan bahkan terlepas dari banyak perhatian terutama kaum muda karena kedua peristiwa tidak secara jelas atau tidak sama sekali diuraikan dalam literatur sejarah di Indonesia. Pertengahan Agustus tahun ini, Kompas.com mencoba melihat dari dekat salah satu makam massal korban kecelakaan DC-8 Martin Air di Maskeliya.

Salah satu kuburan yang terdapat di halaman masjid Sunan Ampel, Surabaya, menjadi peristirahatan terakhir dari sebagian kecil jasad tidak utuh yang ditemukan dari sebagian besar jenazah dan dikumpulkan di dalam satu peti. Sementara sebagian besar jenazah dimakamkan secara massal di Maskeliya.

Laporan harian KOMPAS pada 6 Desember 1974 menyebutkan musibah 37 tahun lalu yang dialami DC-8 seri 55 F itu sebagai kecelakaan pesawat terbang terbesar kedua dalam sejarah dunia. Menurut koresponden KOMPAS di Surabaya saat itu, rombongan calon jemaah haji yang menumpangi pesawat dengan nomor penerbangan MP-138 ini terdiri dari 111 calon haji dari Blitar, 16 dari Lamongan, 1 dari Kotamadya Surabaya, 2 dari Kabupaten Surabaya, 49 dari provinsi Sulawesi Selatan dan 3 dari provinsi Kalimantan Timur.

Sementara 2 dari sembilan awak adalah adalah Lilik Herawati (22), mahasiswi tingkat IV Fakultas Syariah (Hukum) IAIN Surabaya dan Abdul Hamid Usman, mahasiswa IAIN Ujungpandang. Tujuh awak lainnya adalah warga Belanda.

Peristiwa terbesar dalam belasan peristiwa kecelakaan pesawat terbang selama 1974 itu seakan hilang begitu saja dari ingatan atau bahkan tidak diketahui sama sekali oleh sebagian besar kaum muda.

"Wah belum pernah dengar tuh, saya juga baru tahu ada peristiwa itu sekarang ini," ujar salah seorang staf junior Direktorat Asia Selatan dan Tengah Kementerian Luar Negeri di Jakarta saat Kompas.com meneleponnya akhir pekan lalu. "Coba tanya langsung saja pak jubir (Juru Bicara Kemlu Michael Tene)," tambahnya.

Namun, tak lama berselang Kompas.com menemukan jawaban yang kurang lebih sama saat mengontak Michael Tene.

"Maaf, untuk masalah ini saya tidak bisa berkomentar karena saya tidak tahu sama sekali masalahnya. Coba ke Arsip Nasional tapi saya tidak yakin ada catatan lengkapnya di sana," jawab Michael Tene saat Kompas.com tidak bisa mendapatkan keterangan lebih jauh darinya.

Beberapa wartawan junior yang ditanya oleh Kompas.com juga mengaku tidak tahu-menahu soal tragedi ini. Begitu juga beberapa wartawan senior yang pernah aktif mengulas tragedinya mengaku sudah tidak ingat lagi secara runut peristiwa itu karena telah berlangsung lebih dari 30 tahun lalu.

Hal senada juga disampaikan Duta Besar Indonesia di Sri Lanka Djafar Hussein saat Kompas.com menemuinya di Colombo pada bulan Ramadhan tahun ini.

"Sudah lebih dari 30 tahun, satu-satunya jenazah yang utuh adalah pramugari asal Belanda. Saya dengar tergantung di atas pohon," jelas Djafar Husein saat mendeskripsikan dahsyatnya kecelakaan pesawat yang disertai ledakan sehingga sebagian besar jenazah ditemukan dalam keadaan tidak utuh dan tidak semua bagian jenazah berhasil dikumpulkan karena lokasi kecelakaan berada di puncak perbukitan yang belum pernah dicapai manusia sebelumnya.

Hal yang menyentak perhatian wartawan senior Dudi Sudibyo adalah saat Kompas.com menceritakan ulang perjalanannya ke makam massal calon jemaah di Maskeliya yang ditempuh dengan perjalanan kendaraan selama 5 jam dari Colombo.

"Saya kaget juga, prihatin," ujar pengamat penerbangan ini saat mengetahui dari perbicangan telepon dengan Kompas.com pertengahan November lalu bahwa semak belukar yang cukup tinggi telah menutupi makam massal.

Pada pertengahan Agustus lalu, Kompas.com menemukan kondisi monumen makam yang mulai berlumut dan sulit mengenali bentuk makam bahkan dari jarak 5 meter karena tertutup semak belukar yang rimbun. Saat beranjak meninggalkan makam di tengah turunnya hujan rintik-rintik, wartawan Kompas.com baru menyadari ada 8 ekor pacet yang telah bersarang di kedua kakinya yang dibalut dengan celana panjang dan kaus kaki lengkap dengan sepatu.

"Tahun ini saja tidak. Tahun lalu kami memberikan uang ke warga sekitar untuk membersihkan makam," timpal Djafar Husein saat Kompas.com menerangkan pengalamannya dan menanyakan kenapa makam di Maskaliya begitu tidak terawat.

Djafar Husein berharap kunjungan wisata Indonesia - Sri Lanka lebih diintensifkan sehingga makam massal ini tidak hanya menjadi perhatian KBRI Colombo. Selain menjelaskan tidak ada lagi pihak keluarga korban kecelakaan pesawat yang nyekar, Djafar Husein mengaku makam massal di Maskeliya biasanya dibersihkan sekali setiap tahun oleh KBRI Colombo.

Dudi Sudibyo yang beberapa tahun silam sempat berkunjung ke Maskaliya dan menyaksikan makam itu dalam kondisi terawat menyayangkan kenyataan yang ditemukan oleh Kompas.com. Wartawan senior majalah Angkasa ini berpendapat seharusnya Pemerintah Indonesia meniru langkah Pemerintah Belanda yang tetap memberikan perhatian penuh ke warganya yang wafat di Indonesia.

"Yah itu mesti jadi contoh kita. Coba lihat makam Belanda di Menteng Pulo dan Ancol, bagusnya bukan main. Bayangkan mereka itu ada yang wafat mulai Perang Dunia II... dan tragedi haji kita itu terjadi tahun 1974," urai Dudi Sudibyo saat membandingkan kepedulian antara Pemerintah Indonesia dan Belanda dalam merawat makam warganya di luar negeri.

(Kompas)


SUPPORT BY







Dua Pria Didenda Karena Sebabkan Penerbangan Ditunda,


Dua pria Kanada diwajibkan membayar denda sebesar US$70.699,49 sebagai ganti rugi setelah perilaku mereka saat mabuk menyebabkan penerbangan pesawat milik Air Canada dari Toronto ke Beijing terpaksa dialihkan ke Vancouver.

George Campbell, 45, dari Conestogo dan Paul Alexander Wilson, 38, dari Kitchener mengaku bersalah di pengadilan. Selain terkena denda, keduanya juga diganjar hukuman percobaan selama setahun.

Campbell dan Wilson berkelahi dengan awak kapal sebelum mereka akhirnya berhasil diringkus oleh seluruh awak kapal. Keduanya kemudian diborgol ke kursi mereka.

Setelah pesawat itu melakukan pendaratan di luar rencana di Vancouver, para penumpang lain diinapkan di hotel dan pesawat melakukan perjalanan ke China pada hari berikutnya, atau terlambat 18 jam.

(Media Indonesia)



SUPPORT BY







Jumat, 02 Desember 2011

Manjakan Penumpang......Maskapai & Bandara Ini Sediakan Catur Virtual


MASKAPAI Finnair dan bandara Helsinki di Finlandia, bekerja sama membuat sebuah terobosan baru dalam dunia penerbangan. Dan, memberi kesempatan kepada publik membentuk masa depan wisata udara internasional. 
Makanan non-daging pada hari Senin, karaoke di pesawat, permainan catur virtual, dan perjodohan di bandara merupakan sedikit dari banyak ide yang disumbangkan Finnair, dan bandara Helsinki untuk para turis.

Ini merupakan usaha untuk mengembangkan, dan memajukan kesenangan pelanggan serta sebagai peran bandara Helsinki dalam menghubungkan Eropa, dan Asia.

Maskapai Finnair dan bandara Helsinki juga secara aktif mengajak para pelanggannya menyumbangkan ide-ide menarik, dan menawarkan hadiah yang tak kalah seru untuk ide  paling inovatif.

"Tujuan kami adalah membuat perjalanan di udara terasa nyaman, dan menyenangkan dengan mengubah beberapa hal. Kami mengajak para pelanggan untuk berbagi ide-ide inovatif mereka dalam hal ini," kata Johanna Metsala, Customer Experience Manager Bandara Helsinki dalam rilis pers yang diterima okezone, Rabu (23/11/2011).

Finnair dan bandara Helsinki menekankan, bahwa ide-ide inovatif ini terbuka bagi siapapun yang menggemari wisata udara. Semua ide-ide tersebut dapat disumbangkan ke www.qualityhunters2.com sebelum 29 November mendatang. Pemenang akan dipilih oleh Finnair dan Bandara Helsinki dibantu dengan poling.

(Okezone travel)
SUPPORT BY













 



Gimana Rasanya Berdiri di Pesawat Selama 7 Jam ..??



Padek—Arthur Berkowitz tak akan pernah melupakan pengalaman terbangnya dengan maskapai US Airways Juli lalu. Betapa tidak. Selama penerbangan tujuh jam dari Anchorage menuju Philadephia, dia terpaksa berdiri. Itu dilakukan karena kursi yang seharusnya menjadi jatah dia diduduki penumpang sebelah yang obesitas.

"Saya tidak terbang dalam perjalanan dari Alaska menuju Philadelphia itu. Saya berdiri," keluhnya sebagaimana dilansir situs elliott.org. Maskapai penerbangan Amerika Serikat (AS) itu pun mengakui kelalaian mereka yang membuat Berkowitz terpaksa berdiri sepanjang penerbangan. Padahal, Anchorage Philadelphia merupakan salah satu rute penerbangan domestik nonstop dengan durasi paling lama di AS.

Seharusnya penumpang di sebelah Berkowitz yang, konon, berat badannya 177,8 kilogram itu membeli dua tiket pesawat. Sebab, dengan ukuran tubuh sebesar itu, tak mungkin dia bisa duduk di satu kursi pesawat yang standar. Ketika itu, kru pesawat dengan nomor penerbangan 901 tersebut terpaksa menaikkan sandaran tangan dan merelakan kursi jatah Berkowitz diduduki penumpang yang obesitas.


Kepada media, pihak maskapai penerbangan mengatakan bahwa saat itu awak pesawat tak bisa berbuat apa-apa. Sebab, seluruh bangku penuh terisi dan mereka tak bisa membiarkan penumpang duduk di kursi pramugari. Akibatnya, Berkowitz harus berdiri sepanjang perjalanan. "Saya juga mempertaruhkan keselamatan karena tak bisa memakai sabuk pengaman saat lepas landas dan mendarat," lanjutnya.

Berkowitz yang tak terima diperlakukan tak adil lantas menuntut. Dia menggugat maskapai penerbangan tersebut dan meminta ganti rugi. Menurut Daily Mail, maskapai hanya menawarkan kompensasi USD 200 (sekitar Rp1,8 juta). Tapi, Berkowtiz menolak. Dia menuntut kompensasi minimal USD 800 (sekitar Rp7,2 juta). Hingga kini, pihak maskapai itu belum merespons tuntutan tersebut.

(dailymail/Padang Ekspres)

SUPPORT BY











 


Walah! Bahasa Inggris Pilot Buruk, Pesawat China Lepas Landas Tanpa Izin



Gara-gara kurangnya kemampuan berbahasa Inggris pilot, sebuah pesawat milik maskapai penerbangan China begitu saja lepas landas dari bandara Jepang tanpa otorisasi. Atas kejadian ini, maskapai tersebut, China Eastern Airlines berjanji akan meningkatkan keahlian bahasa Inggris para kru pesawatnya.

Meski tidak bersedia menjelaskan secara detail, namun maskapai itu berjanji akan "semakin memperbaiki kemampuan komunikasi bahasa Inggris para kru penerbangan kami untuk memastikan keselamatan penerbangan."

Maskapai China itu juga menyatakan pihaknya akan bekerja sama dengan investigasi yang dilakukan otoritas Jepang atas insiden yang terjadi Senin, 28 November lalu. Dalam insiden itu, pilot menerbangkan pesawatnya dari bandara Osaka padahal belum mendapat izin terbang dari para petugas pengawas lalu lintas udara. Kesalahpahaman itu terjadi karena kemampuan berbahasa Inggris pilot yang kurang.

"Eastern Airlines akan bekerja sama dengan investigasi dan akan sepenuhnya mempertahankan prinsip keselamatan adalah yang terutama dan beroperasi sesuai hukum," demikian pernyataan maskapai itu seperti dilansir AFP, Kamis (1/12/2011).

Saat itu pesawat tersebut mengangkut 254 penumpang. Meski terjadi kesalahpahaman antara pilot dan petugas pengawas lalu lintas udara, pesawat berhasil lepas landas dan mendarat dengan selamat di Shanghai.


(detikNews)

SUPPORT BY







 

Misteri Cessna 172



Jatuhnya pesawat Cessna 172 milik PT Nusa Flying International School di Kawah Burung, Gunung Ciremai, Desa Cikaracak, Kec. Argapura, Kab. Majalengka, masih menyimpan misteri.

"Sampai saat ini kami tak habis pikir, kok bisa pesawat jatuh di daerah Majalengka. Padahal berdasarkan hasil kajian ilmiah, sangat kecil kemungkinannya pesawat jatuh di daerah Kawah Burung," ungkap Kepala Tim Search and Rescue (SAR) evakuasi mayat, Yopi Haryadi, Rabu (30/11).

Dijelaskan Yopi, Tim SAR menjalankan tugas dengan berpatokan pada titik koordinat dan Emergency Locator Transmitter (ELT). Saat melakukan pelacakan, Tim SAR dan tim lainnya menemukan koordinat itu di Desa Cihawanjar, Lembang, Kab. Bandung Barat. "Titik koordinatnya 064607 South dan 1073343 East. Sehingga tim lebih berfokus melakukan pencarian di daerah tersebut," katanya.

Pencarian bahkan diperkuat dengan ditemukannya benda putih di lokasi tersebut, sehingga mereka melakukan pencarian lebih mendalam dengan mempergunakan jalur darat dan udara.

"Kalau mau jujur, secara ilmiah, penemuan pesawat di Majalengka itu enggak masuk logika ilmu penerbangan. Tetapi faktanya memang di sini dan inilah yang sedang kami analisis kembali. Jadi analisis tim sebelumnya meleset," tuturnya.

Hal senada diungkapkan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Sugiri Sukani, Kabupaten Majalengka, Mayor Psk. Is Budiarto. Ia mengatakan, pihaknya sependapat dengan analisis Tim Basarnas. Tujuan dari semua ini adalah mempermudah proses pencarian.

"Kalau melihat rute penerbangan dari Lanud Halim Perdana Kusumah Jakarta menuju Bandara Penggung Cirebon, rasanya tidak mungkin pesawat jatuh di lokasi saat ini," kata Danlanud saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (30/11).

Biasanya, ketika pesawat hilang kontak maka ia akan fokus pada titik awal koordinat terakhir dan pencarian dilakukan tidak jauh dari radius itu. Alasannya tentu untuk mempermudah proses pencarian dan tidak menghabiskan waktu mencari di tempat lain selain di Majalengka.

Sementara itu, Kapolres Majalengka, AKBP Lena Suhayati mengatakan, analisis jatuhnya pesawat sampai saat ini belum dilakukan dan masih menunggu tim. Sedangkan evakuasi pesawat masih menunggu kabar dari pemiliknya. "Kalau kajian mengenai jatuhnya pesawat belum ada, termasuk kapan pesawat dievakuasi karena belum ada informasi dari pihak sekolah penerbangnya," katanya.


(Gala Media)


SUPPORT BY