BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..

KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini

Tampilkan postingan dengan label bandara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bandara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Desember 2011

Pesawat Tergelincir, Bandara Adisucipto Tutup Pagi Ini

Tergelincirnya pesawat Sriwijaya Airlines Selasa (20/12) sore membuat seluruh jadwal penerbangan di Bandara Internasional Adisucipto, Yogyakarta tutup hingga Rabu (21/12) pagi. Aktifitas penerbangan pun dialihkan ke Bandara Adisumarmo, Solo, Jawa Tengah.

Penutupan tersebut merupakan hasil rapat antara pihak otoritas bandara dengan sejumlah maskapai penerbangan. Keputusan ini diambil dengan alasan kurangnya personil dan untuk mengantisipasi kekecewaan calon penumpang.

Sementara itu, upaya evakuasi badan pesawat masih menunggu investigasi Komisi Nasional Keselamatan Transportasi Udara yang baru dapat dilaksanakan pagi hari. Namun, hingga saat ini sudah terlihat alat berat yang akan mengevakuasi badan pesawat.

Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-230 keluar dari jalur landas pacu 09 sejauh 60 meter. Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.13 WIB. Diduga peristiwa terjadi akibat landas pacu yang licin setelah diguyur hujan deras .

Padahal, sebelum mengalami musibah pesawat yang mengangkut 118 penumpang itu sempat tertunda pendaratannya. Hingga akhirnya pesawat dari Jakarta itu dialihkan ke Surabaya akibat jarak pandang yang hanya mencapai 500 meter di Bandara Adisucipto.

Musibah ini membuat sebagian besar penumpang Sriwijaya Air yang telah membeli tiket mengembalikannya ke loket bandara. (Agus Suci Iswahyudi/*)

 Sumber : Metrotvnews.com




SUPPORT BY

Selasa, 13 Desember 2011

‘Bom Waktu’ Itu Bernama Juanda

Kegembiraan sedang direguk Bandara Internasional Juanda Surabaya karena meraih penghargaan Bandara Terbaik se-Indonesia versi Majalah Bandara dan Penghargaan Menteri Negara BUMN sebagai `Best Airport`. Meski demikian, pengelola Juanda diingatkan untuk tidak 'mabuk' gelar karena kenyataannya ada 'bom waktu' yang terus berdetak dan siap meledak.

Overload terminal penumpang dan landasan pacu membuat wajah Juanda bak 'Joyoboyo' (terminal lyn/angkot Surabaya yang semrawut,Red). Penumpang klesetan di lantai, antrean di ruang tunggu VIP hingga delay menjadi pemadangan tiap hari.

Bahkan, jangan kaget bila suatu saat penerbangan distop total. Sebab di dalam setahun ini sudah empat kali terjadi pengelupasan landasan. Langkah perbaikan pun dilakukan dengan melebarkan bandara ke Bandara Juanda lama di sisi Selatan. Sayangnya menurut kalangan pengamat itu bakal sia-sia karena hanya akan bertahan maksimal 5 tahun.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 6,5%  lebih cepat seperti tren pertumbuhan di Asia. Selama infrastruktur jalan darat belum memadai, saya khawatir setelah pembangunan terminal 2 Juanda  tidak akan membantu banyak dalam menyelesaikan kepadatan Juanda yang ada saat ini sudah dalam fase kritis," ujar Pengamat Dirgantara, Dudi Sudibyo ketika dihubungi, Jumat (9/12). Sekadar diketahui Bandara Awrad berlangsung di Jakarta, Rabu (7/12) malam.

Pembangunan terminal 2 bandara lama Juanda yang diresmikan dengan pemancangan tiang pertama Kamis (01/12) lalu bukan solusi yang tepat untuk mengatasi over capacity. Jumlah pengguna moda transportasi udara dari tahun ke tahun meningkat hingga menyebabkan penumpang maskapai membludak.

Apalagi, maskapai penerbangan berbiaya murah atau low cost carrier (LCC) terus bertambah. Dalam beberapa tahun ke depan, lalu lintas makin sesak karena maskapai penerbangan Lion Air membeli 230 pesawat Boeing senilai 21,7 miliar dollar atau sekitar Rp 195 triliun dan diap terbang ke semua titik, tentunya JUanda menjadi salah satu tujuan 'favoritnya'.

Dudi pun meramalkan, selama kurun waktu kurang dari lima tahun, pembangunan terminal 2 bandara Juanda akan overload juga. Apalagi, Surabaya sebagai kota kedua setelah Jakarta pertumbuhan perekonomiannya bergerak dengan pesat.

Sejak diresmikan pada tahun 2007 lalu, bandara Juanda baru di sisi Utara yang dibuat dengan kapasitas 6,5 juta penumpang per tahun sudah melebihi kapasitas. Data PT Angkasapura (AP) I menyebutkan rata-rata pertumbuhan arus penumpang di Bandara Juanda mencapai 7%-10% per tahunnya. Pada tahun 2009, volume penumpang di bandara Juanda mencapai 10,63 juta orang. Adapun traffic pesawat pada 2009 mencapai 94.066 unit.

Sedangkan pada tahun 2010 volume penumpang di bandara juanda mencapai sekitar 11,5 juta orang, padahal kapasitas ruang tunggu penumpang bandara Juanda baru hanya 6,5 juta orang pertahun. Rata-rata lalu lintas pesawat di bandara Juanda tiap harinya sebanyak 250 unit.

Dudi menambahkan, pemerintah harus mencari tempat alternatif baru agar lack of capacity atau kekurangan daya tampung penumpang bandara segera teratasi selama 20 tahun ke depan. Dia menyebutkan, salah satu langkah yang terbukti berhasil di negara lain adalah pembangunan bandara baru sebagai pendamping bandara Juanda. Di Jawa Timur Madura menjadi wilayah yang tepat.

Menurut dia, Madura adalah wilayah yang berdekatan dengan Surabaya dan mempunyai kemudahan transportasi karena ditunjang oleh Jembatan Suramadu yang menghubungkan antara 2 wilayah, yakni pulau garam dengan Kota Surabaya. "Selain itu, secara geografis Madura mempunyai kondisi tanah yang landai serta tidak berbukit sehingga sangat cocok untuk dibangun bandara,"sambungnya.

Di kota-kota besar di Asia, kata Dudi, terdapat lebih dari satu bandara untuk melayani penumpang. Dia mencontohkan di kota Bangkok, Thailand terdapat 2 bandara yaitu Don Mueang Airport yang khusus melayani penumpang domestik dan Suyarnabhumi Airport untuk penumpang internasional.

"Seharusnya pemerintah mencontoh negara-negara besar yang memiliki 2 bandara. Dengan keberadaan 2 bandara, kepadatan penumpang akan terurai. Karena saat ini secara keseluruhan di bandara-bandara kota besar di Indonesia jumlah penumpang pesawat sudah mencapai 160 juta orang per tahun,"ujarnya.

Sekadar menginformasikan, Bandara Juanda memiliki panjang landasan 3.000 meter dengan luas sebesar 51.500 m², atau sekitar dua kali lipat dibanding terminal lama yang hanya 28.088 m². Bandara yang beroperasi saat ini dilengkapi dengan fasilitas lahan parkir seluas 28.900 m² yang mampu menampung lebih dari 3.000 kendaraan. Bandara tersebut mampu menampung 6 juta hingga 8 juta penumpang per tahun dan 120.000 ton kargo/tahun.

Namun, hingga November tahun ini, jumlah penumpang bandara Juanda sudah melebihi kapasitas yang mencapai 12 juta penumpang. Jika bertepatan dengan libur nasional, dipastikan tiap harinya akan terjadi delay karena traffic kedatangan pesawat yang begitu padat. Dalam sehari, jadwal penerbangan di bandara Juanda bila musim libur mencapai 400-450 flight.

Pembangunan terminal 2 bandara juanda lama setelah lama mangkrak diprediksi bisa sedikit membantu mengurai kepadatan yang ada di bandara Juanda saat ini. Pembangunan dengan nilai investasi Rp 380 miliar ini ditargetkan bisa rampung dalam waktu sebelas bulan atau bulan November 2012.

Kapasitas tampung lapangan parkir mobil terminal 2 sebanyak 500 unit untuk mobil dan 300 unit untuk motor. Sedangkan pada terminal 1 mampu menampung 1.333 unit mobil dan 900 unit motor. Selain terminal 2 juanda, pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp 2,5 triliun untuk pengembangan bandara internasional lainnya. Diantaranya bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta, bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, bandara Sepinggan Balikpapan, bandara Internasional Lombok Nusa Tenggara Barat.dan bandara Kuala Namu Medan.
(Surabaya Post Online)


SUPPORT BY






Sabtu, 10 Desember 2011

Bandara dengan Landasan Paling Ekstrem di Dunia

 
foto : (Dailymail.com)
foto : (Dailymail.com)
Apabila Anda memiliki phobia terbang, maka berkunjung ke Pulau Barra di Outer Hebrides, Skotlandia, mungkin harus dipertimbangkan.

Seperti dilansir Dailymail, Sabtu (10/12/2011), Bandar udara di pulau ini dinobatkan sebagai landasan paling berbahaya di dunia oleh majalah National Geographic. Bahkan pilot paling berpengalaman sekalipun akan menemui tantangan ketika mencoba mendarat di bandara yang dibuka pada tahun 1936 ini. Namun bandara Barra ini adalah satu-satunya bandara yang menggunakan pantai sebagai landasan udaranya.

Pesawat yang akan mendarat di bandara ini sebelumnya harus memperhatikan pasang surut air laut yang tidak dapat diprediksi dan juga cuaca lepas pantai Skotlandia yang tidak ramah.

Namun ternyata landasan yang ekstrem ini justru menjadi daya tarik wisata, terutama bagi wisatawan yang ingin memacu adrenalinnya. Bandara ini masuk dalam 10 besar bandara dengan landasan favorit di dunia berdasarkan polling yang dibuat oleh Private Fly.

Michael Galbraith, manajer bandara Barra mengomentari hasil polling tersebut, "Landasan bandara ini memang cukup ekstrem dan berbahaya, tapi sesuai dengan pulau kami yang meskipun kecil namun indah," katanya.

Scottish Natural Heritage, sebuah lembaga yang melindungi wisata-wisata otentik skotlandia bahkan setuju untuk melindungi landasan barra dan juga pantainya agar tidak disentuh oleh korporasi yang ingin menginvestasikan pantai dan bandara tersebut menjadi sebuah hotel mewah.

Selain itu juga untuk melindungi daerah konservasi bawah laut di sekitar Pulau Barra ini
(rhs)

Kamis, 08 Desember 2011

Bandara Sintang Butuh Lagi Rp 10 Miliar

Bupati Sintang Milton Crosby mengatakan, pada tahun 2012 mendatang pemkab Sintang akan kembali mengalokasikan dana sekitar Rp 10 miliar. Untuk mendukung proses pembangunan Bandara Tebelian Air Port, dana tersebut dipergunakan untuk pembebasan lahan perpanjangan landasan pacu (run way) dan juga pembebasan jalan masuk bandara.

Dijelaskan Milton Crosby, Rabu (7/12/2011) ketika meninjau proses cut and fill run way Bandara, panjang lahan yang akan dibebaskan untuk memperpanjang run way yang ada sekarang sekitar 500 meter. Sehingga total panjang run way bandara tersebut nantinya mencapai 3000 meter dan diperkirakan menjadi yang terpanjang di Kalbar.

"Perpanjangan run way menjadi tiga kilometer tersebut karena kita mempertimbangkan perkembangan dunia penerbangan hingga 50 tahun kedepan. Sementara untuk jalan masuk bandara, yang akan dibebaskan nantinya sepanjang lima kilometer jalan masuk dengan lebar 60 meter karena harus dua jalur," tandas Milton.

Dengan pengalokasian dana sekitar Rp 10 miliar tersebut nantinya dijelaskan Milton, maka diharapkan persiapan pemkab Sintang untuk pembangunan Bandara Tebelian Air Port rampung. Hanya tinggal menunggu proses pembangunan fasilitas bandara yang menjadi kewenangan sepenuhnya pemerintah pusat.

"Pada tahun-tahun kedepan kita hanya tinggal melakukan proses pembangunan jalan masuk dan beberapa fasilitas pendukung lainya seperti bangunan bandara. Kalau untuk pembangunan sarana penerbangan termasuk run way bandara sepenuhnya ada pada pemerintah pusat," ungkapnya.

Milton juga berharap pada tahun 2012 mendatang pemerintah pusat melalui APBN kembali mengalokasikan dana yang cukup besar untuk penyelesaian cut and fill. Yang masih tersisa sekitar 2,5 kilometer, berdasarkan informasi sementara pemerintah pusat akan mengalokasikan dana sekitar Rp 50 miliar untuk proses tersebut.

"Kalau tidak meleset yang dijanjikan oleh pemerintah pusat melalui wakil rakyat Kalbar, kita akan mendapatkan bantuan Rp 50 miliar tahun depan. Dengan dana tersebut maka cut and fill akan rampung tahun depan, karena untuk tahun 2011 ini dengan dana Rp 15 miliar kita sudah bisa meratakan lahan sepanjang 500 meter," katanya.                                                           

Sementara pelaksana pekerjaan cut and fill Bandara Tebelian Air Port dari PT Dian Sentosa Surabaya Sugeng, ketika dikonfirmasi terpisah membenarkan bahwa pekerjaan cut and fill tahap pertama sudah hampir rampung.  Dirinya juga membenarkan panjang pekerjaan yang menjadi tanggung jawab tahap pertama hanya sekitar 500 meter.

"Untuk cut and fill tahap pertama ini memang hanya 500 meter, dan kita pastikan pada Desember ini akan selesai semua pekerjaan yang ada. Saat ini total pekerjaan yang kita laksanakan sudah mencapai 90 persen dari target awal, hanya tinggal beberapa meter yang masih dalam proses pekerjaan," katanya.

Terkait beberapa kendala yang dialami oleh pihak pengembang dalam menjalankan kontraknya dijelaskan Sugeng. Dirinya menjelaskan saat ini cuaca sudah mulai tidak bersahabat, dengan seringnya turun hujan pada siang hari yang menyebabkan alat-alat berat yang ada tidak bisa bekerja maksimal.

"Kami mengerahkan peralatan maksimal untuk pekerjaan ini, masing-masing peralatan yang kita terjunkan tiga unit buldozer, empat unit eksavator, dua unit stunbal dan sekitar delapan unit dum truk. Makanya pekerjaan menjadi cepat, hanya saja kalau turun hujan siang hari kita tidak jarang berhenti total karena kontur tanah juga tidak memungkinkan," pungkasnya.
(Tribunnews)



SUPPORT BY


Selasa, 06 Desember 2011

Akibat Aktivitas Gunung Gamalama, Ternate Garuda Indonesia Untuk Sementara Hentikan Penerbangan ke Ternate


Sehubungan dengan pemberitahuan yang dikeluarkan oleh otoritas penerbangan - "Notification to Airman" (NOTAM) No. C0932/2011 oleh Airport Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara yang menyatakan bahwa bandara Sultan Babullah, Ternate ditutup selama dua hari (tanggal 5 - 6 Desember 2011), akibat aktivitas Gunung Gamalama, maka - sesuai Notam tersebut Garuda Indonesia untuk sementara (tanggal 5 – 6 Desember 2011) tidak melayani penerbangan ke Ternate.

Garuda Indonesia saat ini melayani penerbangan dari Jakarta ke Ternate sebanyak dua kali per hari, masing-masing melalui Menado (GA 600) – berangkat dari Jakarta pukul 05.40 WIB dan tiba di Ternate pada pukul 12.40 WITA. Sementara itu, penerbangan ke Ternate melalui Makassar (GA 660), berangkat dari Jakarta pukul 00.45 WIB dan tiba di Ternate pada pukul 09.00 WITA.

Garuda Indonesia akan terus memonitor situasi dan perkembangan berkaitan dengan aktivitas gunung Gamalama, dan Garuda Indonesia akan terbang kembali ke Ternate setelah bandara Sultan Babullah dinyatakan dibuka kembali oleh otoritas yang berwenang.Garuda Indonesia Gunakan B737-800 NG untuk Penerbangan ke Kendari.
Sementara itu, sejalan dengan meningkatnya jumlah penumpang penerbangan ke Kendari, maka mulai Selasa (13/12), Garuda Indonesia akan mengoperasikan pesawat jenis B 737-800 NG menggantikan pesawat jenis B737-300 yang sebelumnya melayani rute penerbangan ke Kendari tersebut.

Pesawat jenis B737-800NG memiliki kapasitas 162 kursi yang terdiri dari 12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi, sementara B737-300 memiliki kapasitas sebanyak 110 kursi yang terdiri dari 16 kelas bisnis dan 94 kelas ekonomi.

Garuda Indonesia melayani penerbangan Jakarta – Kendari satu kali setiap hari, berangkat dari Jakarta (GA 604) pukul 06.30 WIB, tiba di Kendari pada pukul 11.35 WITA. Sementara itu, penerbangan dari Kendari (GA 605) berangkat pukul 12.20 WITA dan tiba di Jakarta pada pukul 15.15 WIB.


(IP)

Akibat Gunung Meletus, Bandara Sultan Babullah Ternate Ditutup


Bandara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara, ditutup setelah letusan Gunung Gamalama, Senin (5/12/2011) dini hari tadi. Seluruh penerbangan dari dan menuju Ternate dibatalkan.

Kepala Pos Polisi Bandara Sultan Babullah, Ajun Inspektur Dua (Aipda) Ismed Husni, mengatakan, debu vulkanik dikhawatirkan membahayakan penerbangan. Selain menghalangi jarak pandang, debu vulkanik bisa mengganggu kinerja mesin pesawat.

Empat jadwal penerbangan Express Air ke kepulauan di sekitar Maluku Utara, seperti Buli, Sanana, dan Labuha, serta Ambon, dibatalkan. Seluruh penumpang akan diberangkatkan besok pagi setelah bandara kembali beroperasi.

Tiga maskapai lain, yakni Sriwijaya Air tujuan Manado, Batavia Air tujuan Jakarta, dan Garuda Indonesia menuju Makassar, juga dibatalkan.

Begitu pula dengan empat jadwal kedatangan dari Jakarta, Halmahera Timur, dan Makassar, dibatalkan. Suasana Bandara Sultan Babullah pada Senin pagi tampak lengang.

Menurut Zulkarnain, salah satu staf Garuda Indonesia, pihaknya telah memberitahu penumpang bahwa penerbangan dibatalkan.

"Seluruh penumpang yang batal berangkat hari ini akan diprioritaskan pada penerbangan besok, apabila cuaca telah membaik," ungkap Zulkarnain.

(Kompas)

Penerbangan di Ternate Sementara Ditutup

Letusan Gunung Gamalama di Ternate, Maluku Utara, mengakibatkan penerbangan dari dan ke Bandara Sultan Baabullah ditutup sementara. Ini terkait pekatnya curahan abu vulkanik dari letusan Gunung Gamalama.

Letusan Gunung Gamalama yang terjadi pukul 00.10 WIT itu memaksa sedikitnya 2 ribu warga mengungsi. Ribuan warga panik dan segera mencari tempat-tempat yang aman, ke bagian selatan Kota Ternate. Lokasi sementara untuk dijadikan tempat pengungsian yakni di aula Kantor Wali Kota dan bekas Kantor Gubernur Maluku Utara.

Hingga saat ini nasib 9 mahasiswa Stain Ternate yang mendaki Gunung Gamalama, belum diketahui nasibnya. Sementara itu, kondisi Kota Ternate telah dipenuh abu vulkanik.


(Metrotvnews)

Senin, 05 Desember 2011

LSM Protes Kebijakan Agen Inspeksi Kargo Bandara

Tarif pemeriksaan keamanan kargo barang yang akan dimuat ke pesawat udara, baik lokal maupun internasional, bakal naik sebesar 125 persen. Kenaikan dipicu oleh munculnya Peraturan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/255/IV/2011 tentang Agen Inspeksi (Regulated Agent).

Melalui peraturan itu, Kementerian menyerahkan pemeriksaan keamanan kargo kepada agen inspeksi swasta, termasuk pengaturan besaran tarif.
Jika sebelumnya besaran tarif keamanan kargo sebesar Rp 60 per kilogram, kini para agen inspeksi mematok besaran tarif mulai Rp 440 hingga 1.050 per kilogram barang.

"Naiknya berlipat-lipat. Aturan itu menimbulkan biaya ekonomi tinggi dan bisa mempengaruhi daya saing pasar di luar negeri," kata Najib Abu Yasef, aktivis dari Lembaga Studi Pembangunan, Ahad, 4 Desember 2011.

Terlebih, selama ini tidak jelas pembagian uang tarif tersebut antara penerimaan negara dan swasta. Apalagi, payung hukum aturan tersebut juga tidak jelas. Selama ini, kata dia, tidak ada undang-undang yang mengatur tentang agen inspeksi swasta.

Di sisi lain, perkara keamanan barang yang masuk maupun ke luar negara adalah tanggung jawab pemerintah. Dengan aturan itu, kata dia, berarti pemerintah telah menjual kebijakan keamanan kepada swasta.

Uchok Sky Khadafi, Koodinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), menilai regulasi itu bisa menyebabkan kerugian negara bertambah besar. Selama ini, pemerintah menetapkan enam agen inspeksi, yakni PT Duta Angkasa Prima Kargo, PT Ghita Avian Trans, PT Pajajaran Global, PT Birotika Semesta, PT Angkasa Pura II, dan PT Fajar Anugerah Semesta. Penerimaan negara dari enam perusahaan tersebut selama ini tidak jelas.

Dia menghitung, ketika tarif yang diberlakukan sebesar Rp 60 per kilogram, dengan jumlah barang yang masuk ke agen mencapai 975 ton per hari, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 169 miliar per tahun. Dengan aturan baru, kerugian membengkak. Ketika harga dipungut antara Rp 440 hingga 1.050 per kilogram, diperkirakan kerugian negara akan mencapai Rp 368 miliar per tahun.

"Karena memang tidak ada aturan yang mengatur pembagian dengan jelas," kata dia.

Sebenarnya, beleid baru tersebut dipayungi Undang-Undang Penerbangan Nomor 1 Tahun 1999. Namun, ia menegaskan, dalam undang-undang tersebut tidak diatur detail besaran tarif dan pembagian penerimaan negara maupun swasta. Ia pun menduga-duga ada upaya kongkalikong antara pengusaha dan pemerintah terkait dengan dana hasil penerimaan tarif pengamanan ini. Alasannya, tidak ada transparansi dalam pengelolaan dan penerimaan tarif keamanan barang.

Uchok mengimbuhkan, pemerintah mestinya tidak mudah melepas pengawasan keamanan ini kepada swasta. Kementerian bisa melakukan tender dengan biaya penuh dari anggaran pendapatan dan belanja negara. Dengan begitu, tarif bisa dikontrol oleh pemerintah. Pembagian juga lebih jelas dan lebih murah. "Kenaikan ini dikeluhkan para pengusaha. Biaya keamanan menjadi mahal, semula biayanya ratusan ribu, kini bisa mencapai jutaan," tutur dia


(Tempo.co)


Sabtu, 03 Desember 2011

Carut Marut Bandara di Tanah Air

Berbagai permasalahan tengah menghinggapi sejumlah bandar udara di Tanah Air, mulai dari overload, kurangnya perawatan, hingga desain yang tak maksimal. Misalnya Bandara Soekarno Hatta di kawasan Cengkareng, Tanggerang, Banten, yang kapasitasnya telah melebihi hingga 200 persen.


Bandara Polonia di Medan, Sumatra Utara, bertahun-tahun dibiarkan berada di tengah kota. "Pemerintah tengah menyiapkan bandara pengganti, yaitu Bandara Kuala Namu, yang dibangun dengan anggaran Rp 5 triliun," jelas Menteri Perhubungan EE Mangindaan.

Situasi berbeda terjadii pada Bandara Suvharnabumi di Bangkok, Thailand, yang dibangun dengan anggaran Rp 55 triliun.

Bandara Hasanuddin Makasar yang dibangun lima tahun silam pun sudah mencapai batas maksimum. Per 1 Desember lalu, Bandara Juanda 2, Surabaya, Jawa Timur, juga mulai dibangun.

"Terbatasnya pembangunan bandara dianggap sebagai dampak dari tersedotnya Anggaran Pendapatan Belanja Negara untuk menyubsidi bahan bakar minyak (BBM)," kata Mulyadi, Wakil Ketua Komisi V DPR RI di Jakarta, Sabtu (3/12).

Di tengah gejolak ekonomi dunia, penerbangan Indonesia justru mengalami kenaikan jumlah penumpang hingga 4 juta per tahun. Potensi besar telah menunggu di tahun depan seiring diberlakukannya pasar bebas ASEAN di bidang jasa penerbangan.

(Liputan6)



SUPPORT BY







Khabar Gembira Bagi Warga Sumatera Utara, Bandara Kuala Namu Beroperasi 2013

Pemerintah optimis bandara Kuala Namu Medan Sumatera Utara, yang akan menjadi terbesar kedua di Indonesia bakal selesai dibangun akhir 2012 nanti. Sementara bandara lama, Polonia, akan ditutup seiring beroperasi Kuala Namu yang ditargetkan beroperasi awal tahun 2013.

Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan bandara KualaNamu yang nantinya dapat menampung delapan juta penumpang terus dikebut pembangunannya. Saat ini pembangunan Bandara Kuala Namu diperkirakan telah rampung sekitar 77 persen.

"Secara keseluruhan pembangunannya telah mencapai 77 persen, tinggal pengerjaan runway (landasan pacu) yang belum selesai. Oleh karena itu kita targetkan optimis akhir 2012 sudah selesai," ujarnya baru-baru ini.

Dia menambahkan, dengan luas 1.650 hektare nantinya Kuala Namu akan menjadi bandara internasional terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. Menurut dia, keberadaan Bandara Kuala Namu tentunya akan mendukung pertumbuhan bisnis di Sumatera Utara karena daya tampung penumpang yang lebih besar dibandingkan Bandara Polonia yang saat ini masih dioperasikan. "Ini tentunya kebanggan bagi orang Sumatera," tukasnya.

Meski begitu, dia mengaku masih ada kendala yang dihadapi untuk pengoperasian bandara tersebut yaitu jalan akses menuju bandara yang belum rampung. Akses jalan dari Pantai Labu menuju bandara sepanjang 15 kilometer juga masih belum memadai.

"Hingga saat ini kendalanya itu jalan akses menuju Bandara yang belum jadi. Itu supaya diperhatikan. Kita harapkan minimal ketika dioperasikan sudah ada jalan akses dari dan ke bandara Kuala Namu," cetusnya.

Mengenai nasib Bandara Polonia saat Kuala Namu beroperasi, Menhub mengungkapkan bahwa bandara Polonia akan ditutup begitu bandara baru itu beroperasi. Namun, kebijakan tersebut tidak akan dilakukan secara otomatis dengan selesainya pembangunan Kuala Namu.

"Penutupan Polonia hanya akan dilakukan jika pembangunan Kuala Namu telah selesai secara keseluruhan dan benar-benar layak diaktifkan," tandasnya.

Pihaknya berharap bandara Kuala Namu nantinya benar-benar sebagai infrastruktur penerbangan yang memadai. Sebab, meskipun nantinya selesai dibangun tetap perlu dilakukan uji coba penerbangan di bandara yang berlokasi di Kabupaten Deli Serdang tersebut.

Prosesnya akan diserahkan kepada pemerintah daerah setempat. "Bila bandara Kuala Namu dibuka maka Polonia akan tutup, untuk prosesnya kita serahkan kepada pemerintah daerah," ungkapnya.

Wacana perelokasian Bandara Polonia ke Kuala Namu telah direncanakan sejak tahun 1991. Bandara Polonia yang sudah berusia lebih dari 70 tahun dianggap tidak representatif lagi untuk menampung pergerakan penumpang dari dan menuju Sumatera Utara. Dengan kapasitas melayani maksimal hingga 900 ribu orang, arus penumpang di Polonia saat ini telah mencapai hingga lima juta orang per tahun.

Pembangunan Kuala Namu dibagi dalam tiga tahap, yang pelaksanaanya dimulai sejak Juni 2006. Penyelesaian Tahap I pembangunan bandara itu mulanya ditargetkan selesai pada tahun 2009 dan dapat dioperasikan pada 2010.

Namun akibat berbagai hal pembangunan bandara terbesar kedua di tanah Air itu molor, target operasinya pun diundur hingga awal 2013. "Kita berharap bandara Kuala Namu dapat berkontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia," jelasnya.
(JPPN)


SUPPORT BY







Announcer Bandara Tidak Boleh Sedih

ORANG banyak tidak tahu keberadaan Announcer di Bandara Internasional SMB II Palembang. Hanya suaranya saja berkumandang yang sering diikuti dengan mengumumkan sesuatu dalam bahasa Inggris.

Pelayanan Public Address System (PAS) merupakan salah satu bentuk pelayanan di bidang informasi yang bertujuan untuk memudahkan pengguna jasa di bandara dalam memperoleh informasi penerbangan. PAS melayani pengumuman keberangkatan, kedatangan, keterlambatan, penundaan, pembatalan dan pengumuman-pengumuman lain yang berhubungan dengan penerbangan seperti mengenai keselamatan di bandar udara dan di pesawat udara, pengumuman mengenai kehilangan/penemuan barang dan pengumuman lainnya.

"Di SMB II ini staf informasi yang bertugas sebagai announcer ini ada sebelas orang. Bertugas mulai pukul 05.30-13.30, lalu shift berikutnya 13.00-21.00. Selepas itu istirahat, kecuali ada pesawat delay, petugas kita ikut menunggu sampai jam berapa
perpanjangan waktu selesainya operasional penerbangan. Mereka menginformasikan dalam bahasa Indonesia dan Inggris," ungkap Sri Hartati AMd, Airport Services Junior Manager PT Angkasa Pura II (Persero) Palembang.

Selain itu ada pula petugas bagian Public Information Desk (PID) melayani secara face to face langsung ke pelanggan dan melalui telepon 0711-385001 memerlukan etika berkomunikasi, sikap tubuh, ramah, sopan, sabar, senyum dan ikhlas.

Menurut Tatik panggilan akrab Sri Hartati sebelum bertugas, stafnya ini mengikuti latihan airport information officer selama 1-3 bulan. Kemudian pernah pula diadakan Diklat conversation bahasa Inggris, hospitality, pelayanan.

"Kita tekankan kepada para announcer untuk artikulasi (pengucapan kata) harus benar, aksentuasi (penekanan kata), intonasi (lagu pengucapan) sebaik dan seindah mungkin enak didengar. Suara yang dikeluarkan bisa menggambarkan orangnya walau tidak
terlihat fisiknya. Apakah announcer itu kurang istirahat, lagi kesal. Dia harus selalu ceria menyebutkan airlines, flight number supaya tidak salah," ujarnya.
(Sriwijaya post)

SUPPORT BY







Penerbangan Ditunda Karena Puluhan Ekor Sapi Masuk Bandara Komodo,



Puluhan sapi tiba-tiba masuk landasan pacu Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (3/12). Peristiwa tersebut tentu saja mengejutkan ratusan penumpang. Akibatnya sejumlah penerbangan terpaksa juga dibatalkan.

Terdapat 10 ekor sapi yang tiba-tiba masuk runway Bandara Komodo di Labuan Bajo, NTT. Peristiwa tersebut, selain mengagetkan pihak bandara, juga menyebabkan sejumlah penerbangan sempat tertunda selama satu jam. Peristiwa langka tersebut disaksikan sejumlah pejabat dan berlangsung lima menit setelah pesawat Sky Air Lines mendarat.

Menurut Kepala Bandara Komodo Herman Joseph, kejadian ini diduga karena Bandara Komodo belum memiliki pagar pembatas, sehingga sejumlah sapi milik warga dapat masuk secara leluasa ke landasan pacu. Menurut Herman, untuk mengembangkan fasilitas bandara, pihaknya masih mengajukan dana ke pemerintah pusat. Menurutnya, pemerintah hanya menyetujui setengah dari dana anggaran tahun 2012 yang diajukan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

(Metrotvnews)

Pembangunan Central Business District (CBD) di Polonia Medan Membahayakan.


Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan menilai pembangunan Central Business District (CBD) yang terletak dekat Bandara International Polonia Medan membahayakan penerbangan pesawat. LBH Medan pun meminta agar Wali Kota Medan, Rahudman Harahap menghentikan pembangunan dan mencabut izin CBD.

"CBD ini sangat membahayakan dan menganggu keamanan serta keselamatan penerbangan di Bandara Polonia Medan, karena CBD ini dibangun di eks Lapangan Golf Kelurahan Sukadamai Kecamatan Medan Polonia yang sangat dekat dengan Bandara Polonia," kata Direktur LBH Medan, Nuriyono.

Dikatakannya bahwa kawasan Bandara Internasional Polonia Medan adalah sebagai pintu gerbang lalulintas udara baik nasional maupun internasional. "Jadi faktor keamanan dan keselamatan penerbangan harus menjadi prioritas utama,"ucapnya.

Untuk menjamin keselamatan penerbangan di Bandara Polonia, Nuriyono mengharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah wajib memenuhi persyaratan keselamatan dalam pemanfaatan wilayah udara, pesawat udara, bandar udara, angkutan udara, navigasi penerbangan serta fasilitas penunjang umum lainnya.

"Memang saat ini belum pernah terjadi kecelakaan pesawat terbang akibat CBD, tapi lebih baik mencegah, dari pada terjadi kecelakaan terlebih dahulu," tegasnya.


(Tribun Medan)

SUPPORT BY







Jumat, 02 Desember 2011

Penerbangan di Juanda Terancam Kawanan Burung

Gangguan burung semakin memusingkan pengelola Bandara Internasional Juanda Surabaya. Segala cara telah dicoba untuk mengusir burung-burung di sana. Mulai dari cara menembaki, hingga mengusirnya dengan suara predator buatan. Tetapi burung-burung itu tetap mengusik.

Gangguan burung pada pesawat (bird strike) sudah menjadi keprihatinan bagi banyak bandara di dunia. Serangan burung ini bisa mengakibatkan kerusakan pesawat yang tentunya membahayakan penerbangan itu sendiri. Pendaratan darurat pesawat di Sungai Hudson, New York Januari 2011 yang fenomenal itu juga akibat serangan burung.

Serangan burung ini merupakan satu dari sekian gangguan (hazard) penerbangan di Juanda. Gangguan lain adalah frekuensi radio ilegal, runway incursion (posisi yang tidak tepat di lokasi runway), green laser, dan layang-layang.

Menurut Kepala bagian Manajemen Keselamatan Bandara Internasional Juanda, PT Angkasa Pura (AP) I, Ponco Priyono, sebagian besar gangguan burung baru diketahui ketika pesawat sudah parkir di apron. Demikian pula dengan kapan serangan terjadi, waktu lepas landas atau mendarat.

"Mungkin karena pilot sedang dalam konsentrasi tinggi sehingga kurang memperhatikan hal itu. Tanda-tandanya ada bau seperti benda terbakar atau kalau tidak pilot juga merasakan ada grek grek pada mesin," kata Ponco, Selasa (29/11/2011) kemarin.

Ponco tidak bisa menyebutkan angka pasti bird strike yang dialami pesawat yang lalu lalang di Juanda. Namun ia menegaskan, jumlah burung yang hilir mudik di sekitar bandara itu sudah demikian mengkhawatirkan. "Pagi sekitar pukul 07.00 WIB burung burung itu mulai berangkat dari sisi Selatan menuju Utara, sore sekitar pukul 17.00 WIB baru balik lagi," kata Ponco menjelaskan pola hilir mudik.

Aktivitas burung yang tinggi sangat berkaitan dengan lokasi Bandara Juanda yang berdekatan dengan bentangan pantai timur Surabaya (Pamurbaya) yang memang menjadi rumah atau persinggahan ratusan spesies burung. Termasuk di dalamnya burung migran yang selalu berpindah dalam kurun waktu tertentu.

Ia menjelaskan aktivitas harian burung yang terbang berkelompok di sekitar bandara itu tentu saja merepotkan para pilot yang hendak take off maupun landing. Sehingga, harus ada langkah-langkah yang diambil untuk mengendalikan burung-burung itu.

Ponco mengakui, banyak hewan hewan kecil di sekitar kawasan bandara ini yang memicu kedatangan burung. "Bukan hanya kecebong (anak katak), tapi ulat yang ada di rumput rumput itu juga mengundang burung karena menjadi makanan burung," ujarnya.

Untuk menjaga agar burung burung itu tidak datang mencari makanan di rumput, petugas terus-menerus menjaga ketinggian dari rumput. Misalnya dengan pemangkasan rumput. "Ketinggian rumput ini harus selalu terjaga, antara 20–30 centimeter tidak boleh terlalu tinggi atau terlalu pendek," imbuhnya.

"Bahkan kami pernah terpikir akan mencoba dengan cara memakai pawang burung untuk mengendalikan keberadaan burung tersebut, tapi apakah bisa," paparnya.

Menurutnya, kalau ada pawang burung pihaknya mau mencoba untuk mengendalikan burung burung yang lalu lalang di bandara. "Kalau ada pawang burung bisa dicoba mungkin lebih efektif untuk mengusir dan mengendalikan pergerakan burung burung itu," lanjutnya.


(Kompas)
SUPPORT BY









Kamis, 01 Desember 2011

setahun lagi ... Garuda kuasai penuh operasional terminal 2E dan 2F


Maskapai penerbangan Garuda Indonesia menargetkan akan menguasai operasional terminal 2E dan 2F di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta paling lambat awal 2013.

Target operasional Garuda melalui dua terminal di Bandara Soekarno-Hatta itu seiring dengan dimulainya aliansi global Sky Team pada awal 2013.

"Sky Team akan dimulai pada awal 2013, maka kami persiapkan sistemnya. Pada saat implementasi Sky Team sudah jadi semua sistem termasuk adanya terminal khusus yang terkoneksi langsung dengan anggota maskapai Sky Team," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar saat acara pemberian penghargaan bagi tim tenis Sea Games XXVI 2011, Selasa, 29 November.

Garuda memberikan uang tunai senilai total US$12.000 dan tiket penerbangan internasional tujuan Amsterdam, Australia, Jepang, dan China, dengan masing-masing dua tiket per orang.

Pada saat pemberian penghargaan ini disaksikan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng, Ketua Umum PELTI Martina Widjaja dan Pembina Pelti Soebronto Laras serta Ketua INASOC Rahmat Gobel.

Emirsyah menambahkan nantinya seluruh penerbangan Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta hanya dilayani dari Terminal 2E dan 2F. Hal ini sesuai hasil penandatangan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan PT Angkasa Pura II. MoU berjangka waktu 1 tahun sejak ditandatangani, yakni menjadi 28 November 2012.

"Selama masa jangka waktu MoU ini, kami melakukan pembicaraan intens lagi dengan AP II. Kalau memang jangka waktunya sudah terlewati, masih bisa diperpanjang. Namun ditarget pada saat pelaksanaan Sky Team, sudah dapat dipakai," katanya.

Dengan dikuasainya terminal 2E dan 2F oleh Garuda, akan memindahkan maskapai-maskapai lainnya yang selama ini menggunakan terminal itu untuk menaik dan menurunkan penumpang.

"Nanti dipikirkan bersama bagaimana memindahkan maskapai lain, apakah akan dibangun terminal baru atau memfungsikan terminal 2D," katanya.

Deputi Senior General Manajer Bandara Soekarno-Hatta Mulya Abdi mengatakan saat ini ada 25 maskapai yang menggunakan terminal 2E. Terminal ini khusus penerbangan internasional. Untuk penerbangan dari terminal 2F, lanjutnya, hanya digunakan oleh Garuda Indonesia dan Merpati untuk penerbangan domestik.

"Nanti akan penataan ulang, soal perpindahan maskapai lain, akan dibahas kembali secara bersama-sama," kata Mulya.

PT Angkasa Pura II sebelumnya menetapkan Terminal 2E dan 2F Bandara Soekarno-Hatta khusus didedikasikan kepada maskapai Garuda Indonesia. Kebijakan berlaku sejak Senin (28/11).

Penetapan tersebut dikukuhkan dalam
nota kesepahaman yang ditandatangani kedua belah pihak pada Senin, 28 November 2011 di Bali oleh Direktur Utama Angkasa Pura (AP) II Tri S. Sunoko dan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar.

Tri Sunoko menjelaskan kebijakan untuk menjadikan Terminal 2E dan 2F sebagai Dedicated Terminal Garuda Indonesia tersebut sebagai salah satu bentuk sinergi antar-Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam koridor peningkatan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa angkutan udara nasional.

"Nota kesepahaman ini akan menjadi dasar bagi kedua pihak dalam melaksanakan kerja sama yang saling menguntungkan untuk memanfaatkan kekuatan potensi masing-masing, serta membangun kemitraan strategis dalam melakukan implementasi peningkatan pelayanan dan penataan Terminal 2E dan 2F Bandara Soekarno-Hatta," kata Tri.

(Bisnis Indonesia)
SUPPORT BY







Mengapa Garuda Tak Ikut Lion Air Pesan Boeing ?

Maskapai penerbangan swasta, Lion Air, beberapa waktu lalu memborong 201 pesawat Boeing 737 Maxz. Maskapai pelat merah, PT Garuda Indonesia Tbk, juga ditawari Boeing untuk membeli 737 Maxz, namun tidak diambil. Apa alasannya?

Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, menjelaskan, alasan Garuda Indonesia tidak mengambil tawaran Boeing karena perusahaan tidak bisa membeli pesawat yang bentuk nyatanya belum ada. Apalagi, status Garuda saat ini adalah perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Garuda itu perusahaan BUMN dan publik, sehingga saya susah mempertanggungjawabkan kepada pemegang saham," kata Emirsyah di Jakarta, Selasa 29 November 2011.

Emirsyah mengungkapkan, hingga saat ini, pesawat Boeing tipe 737 Maxz baru sebatas gambar. Kemungkinan, bentuk nyata dari pesawat komersial keluaran pabrikan Amerika Serikat itu baru akan terwujud pada 2017.

Ketika ditawari untuk membeli 737 Maxz, Emirsyah mengungkapkan, produsen Boeing menyatakan pesawat keluaran terbaru tersebut merupakan pengembangan dari Boeing 737 dengan tingkat efisiensi lebih besar. "Saat ditanya efisiensi seperti apa, masih belum tahu," katanya.

Jika dirinya menjadi dirut maskapai swasta, Emirsyah mengaku akan mengambil keputusan yang sama seperti ditempuh Lion Air. Alasannya, penawaran Boeing dianggap sangat menguntungkan serta dukungan publikasi yang besar-besaran.

"Kalau saya swasta, saya juga melakukan hal yang sama, karena harganya murah dan dari segi public relations, signing di depan kepala negara merupakan hal yang bagus bagi maskapai," ujar dia.


(VIVAnews)



SUPPORT BY