BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..

KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini

Sabtu, 24 Desember 2011

Google Akan Depak Firefox karena Chrome Makin Populer..?



Hubungan kerja sama antara Google dan Mozilla dikabarkan sedang tidak harmonis. Rumor yang beredar menjelaskan bahwa Google sedang pikir-pikir untuk tidak memperpanjang kontrak kerja sama dengan Mozilla.

Mengutip ComputerWorld, kerja sama antara dua mesin pencari ini berupa penawaran iklan yang ditempatkan di halaman mesin pencari. Jika pengguna internet yang menggunakan Firefox mengklik iklan yang ada di halaman mesin pencari Google, Google akan membayar ke Mozilla atas iklan tersebut. Imbal baliknya, Google menjadi default browser di Firefox.

Masalahnya, kontrak Google dan Mozilla berakhir November 2011 lalu. Jika Google tidak memperpanjang kerja sama tersebut, maka Mozilla berpeluang kehilangan sekitar 80 persen pendapatannya atas bisnis iklan tersebut. Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak Mozilla, baik soal adanya kerja sama maupun keberlangsungan kontrak itu.

"Kami masih bekerja sama dengan beberapa mesin pencari lain yang berbeda pasarnya, termasuk perusahaan mesin pencari besar, seperti Google, Yahoo, Bing, Yandex, Amazon, eBay, dan lainnya," kata juru bicara Mozilla melalui e-mail

Namun, juru bicara Mozilla ini masih yakin bahwa kerja sama bisnis ini akan terus berjalan karena kerja sama tersebut akan menjadi "mesin penghasil" uang bagi Mozilla.

Sejak Google meluncurkan browser sendiri, Google Chrome pada September 2008, pendapatan Mozilla dari kerja sama bisnis tersebut makin merosot. Tahun 2008, bisnis ini menghasilkan 88 persen dari total pendapatan Mozilla. Tahun 2009 merosot menjadi 86 persen dan tahun 2010 kembali anjlok menjadi 84 persen. Jika Google tidak memperpanjang kontraknya pada 2010, pendapatan Mozilla hanya tinggal 19,7 juta dollar AS. 

Hubungan Mozilla dan Google mulai tidak harmonis ini karena dibuktikan dengan hasil penghitungan lembaga Statcounter bahwa Google Chrome meraih pangsa pasar 25,7 persen dan Mozilla Firefox hanya 25,2 persen. Sementara lembaga Net Application menghitung Google Chrome meraih 18,2 persen dan Mozilla Firefox meraih 22,1 persen.

Dari hasil StatCounter, terbukti bahwa Chrome sudah melampaui Firefox, berada di posisi kedua setelah Internet Explorer. Sedangkan lembaga Net Application akan diakuisisi oleh Chrome pada April atau Mei 2012.

Sebelumnya, pada tahun 2007 lalu CEO Mozilla Mitchell Baker yang saat ini menjadi CEO di Mozilla Foundation mengaku Mozilla masih bisa hidup tanpa bantuan dari Google, jika dibutuhkan.
Sumber : kompas.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar