BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..

KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini

Kamis, 29 Desember 2011

Saudi Beli Pesawat F-15 AS Senilai US$ 30M



Pesawat Jet F-15 (boeing.com)

Pemerintah Amerika Serikat mencapai kesepakatan dengan Pemerintah Arab Saudi untuk pembelian puluhan pesawat jet F-15. Kesepakatan AS - Saudi ini dengan transaksi yang nilainya hampir sebesar US$ 30 milyar.

Dengan kesepakatan US$ 29,4 milyar, Saudi meminta produksi pesawat F-15 SA sebanyak 84 unit. Selain itu, kesepakatan juga mencapai untuk melakukan modernisasi sebanyak 70 unit pesawat F-15s yang sudah dimiliki Saudi.
"(Kesepakatan) juga termasuk amunisi, suku cadang, pelatihan, perawatan, dan logistik," kata Asisten Menteri Dalam Negeri bidang Politik-Militer AS, Andrew Shapiro, seperti dikutip dari laman CNN.

Kesepakatan ini, menurut Shapiro, menunjukkan komitmen kuat AS yang peduli terhadap kemampuan pertahanan Arab Saudi, sebagai kunci penting pengamanan wilayah Timur Tengah.

"Penjualan ini mengirim pesan kuat ke sejumlah negara di kawasan itu bahwa AS memiliki komitmen untuk menjaga stabilitas di wilayah Teluk dan Timur Tengah," jelas Shapiro.

Selain itu, Shapiro pun menjamin transaksi antara AS dengan Saudi ini tidak membahayakan bagi Israel. "Secara hukum, semua penjualan ke kawasan itu (Timur Tengah) harus dievaluasi apakah ada dampak ancaman militer secara kualitatif terhadap Israel," tutur Shapiro.

Selain itu, Shapiro pun mengatakan, kesepakatan dengan Arab Saudi sangat penting dilakukan untuk menjaga kepentingan AS terhadap kebutuhan minyak di Saudi. "Ini sangat penting terhadap kebutuhan ekonomi kami."

Sedangkan Al Jazeera memberitakan, kesepakatan ini terungkap pertama kali dari ucapan Presiden Barack Obama, ketika menghabiskan liburan Natalnya di Hawaii. Namun, proses kesepakatan ini sudah berlangsung sejak Oktober 2010, sebagai bagian dari transaksi penjualan perlengkapan militer As ke Saudi sebesar US$ 60 milyar.

Kesepakatan itu disebut akan berlangsung selama 15 hingga 20 tahun. Salah seorang pejabat kantor pertahanan AS menyebut, kesepakatan 2010 itu juga termasuk pembelian helikopter serbu Apache dan helikopter Black Hawk.

Menariknya, pengumuman kesepakatan ini berlangsung ketika hubungan AS dan sekutunya di Timur Tengah dengan Iran semakin memanas. Apalagi sejak Iran melakukan uji coba nuklir.

Tak hanya itu, hubungan pun semakin memanas ketika Iran berencana menutup Selat Hormuz. Bagi AS, Selat Hormuz merupakan selat yang penting bagi perdagangan minyak bumi. Karena itu AS menilai penutupan Selat Hormuz tidak dapat diterima. (eh)

Sumber • VIVAnews




Tidak ada komentar:

Posting Komentar